BRIN: Prestasi Adi Utarini jadi motivasi bagi periset terus berkarya

BRIN: Prestasi Adi Utarini jadi motivasi bagi periset terus berkarya

Tangkapan layar- Guru besar FKKMK UGM Prof. dr. Adi Utarini dalam diskusi soal komunikasi sains yang diadakan The Conversation Indonesia, dipantau di Jakarta pada Kamis (24/9/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan prestasi peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Adi Utarini yang masuk daftar 100 orang berpengaruh versi majalah TIME dapat menjadi motivasi bagi para periset di Indonesia untuk terus berkarya.

"Tentu ini merupakan kebanggaan bagi kita semua, dan khususnya komunitas periset di Indonesia," katanya​​​​​​ saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Handoko menuturkan prestasi yang diraih guru besar di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM itu juga akan memotivasi generasi muda Indonesia untuk tertarik menekuni profesi sebagai periset.

Sementara Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Satryo S Brodjonegoro menuturkan prestasi Adi Utarini menunjukkan bahwa ilmuwan Indonesia diperhitungkan di dunia.

"Beliau luar biasa prestasinya, bukti bahwa ilmuwan kita ini kelas dunia," tuturnya.

Satryo menuturkan Adi Utarini dapat menjadi contoh bagi para ilmuwan lainnya bahwa dengan ketekunan dan dedikasi yang luar biasa dapat menjadi ilmuwan kelas dunia.

Selain masuk dalam daftar 100 orang berpengaruh versi majalah TIME pada 2021, Adi Utarini juga masuk 10 ilmuwan berpengaruh sedunia pada 2020 berdasarkan Nature, jurnal ilmiah yang berbasis di Inggris.

Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 1989, kemudian menyelesaikan gelar master di bidang kesehatan ibu dan anak dari University of College London pada 1994, serta gelar Master of Public Health pada 1998 dan Doktor Filsafat pada 2002 dari Universitas Umea di Swedia.

Pada 2011, perempuan kelahiran Yogyakarta pada 4 Juni 1965 tersebut dianugerahi gelar profesor di bidang kesehatan masyarakat.

Adi Utarini merupakan ilmuwan perempuan yang memimpin uji coba perintis dari suatu teknologi untuk memberantas demam berdarah di Indonesia.

Hasil penelitian Adi Utarini berhasil mengurangi kasus demam berdarah hingga 77 persen di beberapa kota besar di Indonesia dengan melepaskan nyamuk yang telah dimodifikasi.

Adi Utarini juga meraih peringkat 311 peneliti Indonesia terbaik oleh Webometrics pada 2017.

Berdasarkan informasi yang ditelusuri di laman Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM, Adi Utarini mengajar kursus kebijakan dan manajemen mutu serta metode penelitian.

Selain mengajar dan meneliti, saat ini Adi Utarini masih aktif sebagai pianis, pemain tenis meja dan hobi bersepeda.

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden lantik Dewan Pengarah BRIN, Megawati sebagai ketua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar