ProSehat sediakan layanan imunisasi dan vaksin anak "home service"

ProSehat sediakan layanan imunisasi dan vaksin anak "home service"

Ilustrasi - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin measles rubella kepada siswa SD kelas 1 saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri 2 Sesetan, Bali, Rabu (15/9/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/Nyoman Hendra Wibowo)

Jakarta (ANTARA) - Hasil penelitian cepat yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan UNICEF pada April 2020 menunjukkan bahwa 84 persen layanan imunisasi mengalami kendala di level Puskesmas dan Posyandu.

Salah satu penyebabnya adalah hambatan akses ke pelayanan kesehatan dan menurunnya permintaan imunisasi karena masyarakat khawatir pada penularan COVID-19.

Data dari surveilans di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan pada bulan imunisasi anak sekolah tahun 2020, cakupan imunisasi campak hanya mencapai 45 persen, Difteri Tetanus (DT) 40 persen, dan Tetanus Difteri (TD) 40 persen.

Menjawab hambatan ini ProSehat sebagai aplikasi layanan telemedisin berkomitmen mengedukasi para orang tua untuk melakukan imunisasi dan vaksinasi anak sesegera mungkin, dengan menyediakan Layanan Imunisasi ke Rumah Bersama ProSehat.

Baca juga: PeduliLindungi, antara proteksi kesehatan dan pemulihan ekonomi

Baca juga: Aplikasi e-Pelayanan SKM non-kesehatan diluncurkan di Surabaya


“Saat ini Indonesia menempati peringkat 6 di dunia berdasarkan jumlah orang yang telah divaksinasi dan total suntikan COVID-19. Hal ini tentu menjadi kabar menyejukkan bagi masyarakat khususnya kami tenaga kesehatan. Namun, sejak pandemi melanda dan vaksinasi COVID-19 gencar dilakukan, ada hal lain yang juga krusial namun terlupakan yakni imunisasi dan vaksinasi anak,” ujar founder ProSehat dr. Bimantoro dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat.

Apalagi, tambahnya, saat ini telah dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sebagian wilayah Indonesia, sementara vaksin baru bisa dilakukan bagi anak di bawah usia 12 tahun. Ia mengingatkan pentingnya protokol kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah dan imunisasi untuk anak mulai dari bayi hingga usia sekolah.

“Imunisasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan melakukan imunisasi anak di rumah, masyarakat dapat meminimalisir resiko paparan terhadap virus COVID-19,” paparnya.

Ia menjelaskan jarak waktu imunisasi dengan vaksinasi COVID-19 adalah 1 bulan. Bagi anak berusia di bawah 12 tahun, dibutuhkan rangkaian imunisasi dan vaksin yang bisa membantu ketahanan tubuhnya.

“Layanan Imunisasi ke Rumah Bersama ProSehat dapat diakses di https://www.prosehat.com/imunisasianak. Selain ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi, jadwal vaksinasi juga fleksibel, bebas tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya, dan proses pembayaran yang dapat dicicil,” tutupnya.

Informasi lebih lanjut mengenai imunisasi dan vaksinasi dapat menghubungi ProSehat melalui WhatsApp 0811-1816-800, ketik MENU pilih 3 atau ketik Imunisasi.

Sejak Maret hingga awal September 2021, ProSehat aktif mendukung pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada 200 ribu masyarakat di belasan lokasi Sentra Vaksinasi. ProSehat juga membantu memastikan akseptor segera mendapatkan sertifikat vaksinasi melalui pendaftaran online yang sistematis.

Kegiatan ini turut didukung oleh Wamenkes dr. Dante Saksono Harbuwono,Sp.PD,KEMD pada salah satu kegiatan Vaksinasi Kanisius tanggal 13 Agustus 2021.

Baca juga: ProSehat adakan "rapid test" gratis untuk tenaga kesehatan

Baca juga: Startup Indonesia siap berkompetisi di Seedstars Summit, Swiss

Baca juga: Startup ProSehat mudahkan pasien cari obat

Pewarta: Maria Rosari Dwi Putri
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

IDI: dokter yang terlibat di telemedisin sangat kecil

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar