Pemkot Jakpus intensifkan pekerjaan pengerukan saluran cegah banjir

Pemkot Jakpus intensifkan pekerjaan pengerukan saluran cegah banjir

Satuan Pelaksana Suku Dinas Sumber Daya Air Kecamatan Kelapa Gading mengeruk sedimen lumpur dan sampah dari saluran air di pemukiman penduduk pada Senin (6/9/2021). Pengerukan saluran air merupakan salah satu upaya mengendalikan banjir dan genangan di Ibu Kota menjelang musim penghujan. ANTARA/ HO-Kominfotik Jakarta Utara

Sudin SDA Jakarta Pusat juga sudah diperintahkan untuk menambah excavator guna memastikan tidak ada saluran air yang mampat
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengintensifkan pekerjaan pengerukan  seluruh saluran di wilayahnya untuk mencegah banjir seiring dengan datangnya musim hujan di Ibu Kota.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki kontur tanah rendah dan berpotensi terjadi genangan, bahkan banjir jika curah hujan tinggi.

Baca juga: Jakarta Timur tanam 1.000 pohon di Kanal Banjir Timur

"Kelurahan biasanya setiap minggu, walaupun tidak ramai, tetap berjalan dengan SDA keliling, mana (saluran air) yang macet, pengerukan semua secara efektif," kata Irwandi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Irwandi menyebutkan beberapa wilayah yang memiliki kontur tanah rendah dan menjadi perhatian Pemkot Jakarta Pusat terhadap pencegahan banjir, yakni Tanah Abang, Banjir Kanal Barat, Bendungan Hilir, Kali Krukut, Johar Baru, Bungur, dan Pasar Baru di Gang Kelinci Sawah Besar.

Baca juga: Jakbar bangun 12 drainase vertikal di Jelambar untuk antisipasi banjir

Untuk pengerukan, Sudin SDA Jakarta Pusat juga sudah diperintahkan untuk menambah excavator guna memastikan tidak ada saluran air yang mampat.

Selain itu, Sudin SDA Jakarta Pusat juga menyiagakan 95 unit pompa dan melakukan pengerukan terhadap aliran sungai, guna memitigasi banjir akibat tingginya curah hujan pada beberapa hari terakhir.

Baca juga: Pemkot Jakbar benahi kawasan Rawa Buaya untuk antisipasi banjir

Kasie Pengelolaan Sarana Pengendali Banjir, Air Bersih dan Pompa SDA Jakarta Pusat, Yusuf Saud, menyebutkan ada 95 unit pompa stationer dan 15 unit pompa mobile yang disiagakan di 21 titik.

"Untuk kapasitasnya beragam ada dari 250 'liter per second (lps), sampai dengan 6.700 lps. Semua dalam kondisi baik," kata Yusuf.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cara Kota Malang mencegah & menekan banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar