PON Papua

Tim atletik DKI Jakarta bidik delapan emas di PON Papua

Tim atletik DKI Jakarta bidik delapan emas di PON Papua

Arsip foto - Atlet Muhadir Muhammad (tengah) asal DKI Jakarta memimpin pada final lari gawang senior putra dalam Kejurnas Atletik 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8/2019). Muhadir Muhammad asal DKI Jakarta meraih medali emas dengan catatan waktu 53,77 detik, medali perak diperoleh Budi Prayoga asal Maluku dengan catatan waktu 54,83 detik dan medali perunggu diraih Rivel Hayun asal DKI Jakarta dengan catatan waktu 55,51 detik. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/ama.

Jakarta (ANTARA) - Tim atletik DKI Jakarta membidik delapan medali emas dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dijadwalkan bergulir pada 2-15 Oktober 2021.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengrov PASI) DKI Jakarta, Andri Paranoan, mengatakan target tersebut sudah berdasarkan analisis SWOT atau Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

"Target kami meraih emas sebanyak-banyaknya dan semoga sesuai dengan harapan. Namun kami memiliki proporsi dalam menentukan target," kata Andri kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Tujuh atlet pelatnas atletik perkuat DKI Jakarta di PON Papua

"Kami melakukan analisis SWOT. Dengan pola tersebut akhirnya kami menentukan probabilitas peluang. Ada delapan emas," dia menuturkan.

Meski demikian, Andri tak secara rinci peluang tersebut dari nomor mana saja. "Kita akan lihat nanti," ujarnya.

Jika merujuk pada pencapaian tim atletik pada PON edisi sebelumnya di Jawa Barat pada 2016, target yang dicanangkan cenderung menurun.

Ketika itu, tim atletik DKI Jakarta menjadi juara umum dengan mengantongi 15 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.

Baca juga: Pembuktian Jeany Nuraini dalam debutnya di PON Papua

Sementara posisi kedua ditempati tuan rumah dengan 7 emas, 11 perak, dan 6 perunggu. Adapun ketiga yakni Nusa Tenggara Barat yang membawa pulang 5 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.

Andri mengatakan bahwa pencapaian di PON Jawa Barat memang sangat luar biasa. "Peluang untuk mengulangi pencapaian tersebut kecil, baik oleh DKI atau kontingen lainnya," ujar Andri.

Adapun di PON Papua, skuad atletik ibu kota bakal menurunkan 32 atlet untuk turun di 25 nomor dari 48 yang dilombakan.

"Persiapan kami lakukan sejak 2017 sampai dengan hari ini. Jadi tidak muluk dan janji apa-apa, tapi kami akan akan memberikan yang terbaik," pungkas Andri.

Baca juga: Dua misi Ken Ayuthaya untuk lari gawang DKI Jakarta di PON Papua
Baca juga: Sumbar targetkan dua emas dari atletik di PON Papua
Baca juga: Sulsel siap bersaing di tujuh nomor atletik

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luhut : Pusat pelatihan khusus atlet Indonesia Timur akan dibangun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar