Laporan dari Kuala Lumpur

Kementerian Komunikasi Malaysia siarkan 479 bantahan berita bohong

Kementerian Komunikasi Malaysia siarkan 479 bantahan berita bohong

Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Annuar Musa saat kunjungan ke BERNAMA. ANTARA Foto/Ho-FB Annuar Musa. (1)

Kementerian sedang mengkaji hal ini lebih lanjut untuk memastikan pengendalian yang efektif dapat diterapkan untuk mengurangi penyebaran berita- berita tidak benar terutama di Whatsapp, Facebook dan juga saluran media lainnya
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Multimedia  Malaysia (KKMM) selama 2020 hingga saat ini telah menyiarkan sebanyak 479 bantahan berita bohong dengan rincian sebanyak 416 selama 2020 dan 63 bantahan selama 2021 hingga saat ini.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Annuar Musa mengemukakan hal itu saat menjawab pertanyaan anggota parlemen Hj Azizah Binti Datuk Seri Panglima Haji Mohd Dun di gedung parlemen Kuala Lumpur, Senin.

Anggota parlemen dari Beaufort tersebut menanyakan langkah proaktif yang diambil untuk mengekang penyalahgunaan media sosial, khususnya aplikasi Whatsapp dan Facebook yang telah meresahkan masyarakat terutama mengenai vaksin COVID-19.

Dia mengatakan KKMM telah mengambil berbagai langkah untuk mengekang, mencegah dan menegakkan hukum untuk mengatasi masalah ini.

Baca juga: Kementerian Komunikasi Malaysia pertemukan pegiat industri musik

Namun demikian, Kementerian percaya bahwa kepedulian masyarakat  adalah yang terpenting dan ini perlu dilaksanakan melalui program pendidikan dan penyadaran yang berkelanjutan.

Sebagai contoh, ujar dia, sebagai strategi mengekang atau mengedukasi masyarakat, KKMM melalui  Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) telah meluncurkan kampanye bertajuk "Tidak Yakin Jangan Dibagikan", dan kampanye "Klik Bijak" lainnya yang dilakukan dan mendapat respons yang relatif baik.

"Dan juga turut diupayakan oleh Radio Televisi Malaysia (RTM), BERNAMA dan juga Departemen Penerangan serta media elektronik, media cetak lainnya," katanya.

Kementerian juga melalui MCMC telah melakukan program advokasi dengan melibatkan masyarakat misalnya, sebuah program bernama Malaysia ICT Volunteer (MIV) telah dilaksanakan dan selama 2020 telah dilaksanakan 83 program dan tahun ini telah dilaksanakan 25 program.

Sementara itu, ujar dia, kerja sama yang erat dan berkelanjutan dengan penyedia layanan media sosial atau Penyedia Layanan Media Sosial seperti Twitter, Facebook dan Google sedang dirampingkan untuk meningkatkan peran tersebut.

Baca juga: Menteri Komunikasi : penyelidikan video porno diumumkan polisi

Sebagai informasi KKMM juga membentuk Tim Respons Cepat yang terdiri dari petugas terampil dari Kementerian, MCMC dan Majelis Keselamatan Negara (MKN).

Selain itu portal "Sebenarnya.my" juga dibuat sebagai sumber untuk mendapatkan berita yang lebih akurat.

"Alhamdulillah sepanjang 2020 hingga Juli 2021 portal ini mendapatkan 186 juta views dengan 9,83 juta hits yang menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi sejak terjadinya wabah COVID-19," katanya.

Sementara itu penegakan hukum  sedang mendapat perhatian untuk menjalankan  khususnya Pasal 505, KUHP dan juga UU Komunikasi dan Multimedia 1998.

"Sebagai informasi, Kementerian sedang mengkaji hal ini lebih lanjut untuk memastikan pengendalian yang efektif dapat diterapkan untuk mengurangi penyebaran berita- berita tidak benar terutama di Whatsapp, Facebook dan juga saluran media lainnya," katanya.

Berdasarkan data KKMM di antara 18 Maret 2020 hingga 5 September 2021 dari 307 investigasi berita bohong terkait pandemi COVID-19 sebanyak 163 di antaranya telah diselesaikan, 37 telah didakwa di pengadilan sedangkan  sisanya sedang diselidiki.

Baca juga: Menteri Komunikasi Malaysia interaksi lewat Twitter Space
Baca juga: Akademisi Indonesia presentasi komunikasi bencana di UKM Malaysia

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

10 Nelayan yang terdampar di Malaysia dilepas dan dipulangkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar