Indonesia perkuat interaksi bisnis dengan Eropa Tengah, Eropa Timur

Indonesia perkuat interaksi bisnis dengan Eropa Tengah, Eropa Timur

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, I Gede Ngurah Swajaya (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Kita ingin interaksi (bisnis) terus terjadi meskipun kita lakukan secara virtual,
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat interaksi bisnis dengan kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur melalui penyelenggaraan Indonesia-Central & Eastern Europe (INACEE) Business Forum pada 7 Oktober 2021.

Selain untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, forum bisnis yang akan dilaksanakan secara kombinasi lewat pertemuan tatap muka dan secara virtual itu juga diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19.

“Kita ingin interaksi (bisnis) terus terjadi meskipun kita lakukan secara virtual,” kata Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya dalam konferensi pers secara virtual, Senin.

Dengan populasi 406 juta jiwa yang tersebar di 19 negara, kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur memiliki potensi besar yang dinilai penting untuk digarap oleh Indonesia.

Baca juga: UE: Perjanjian dagang Indonesia-EU CEPA tidak bahas minyak sawit

Terlebih, perdagangan antara Indonesia dan kawasan itu meningkat 25,13 persen menjadi 4,229 miliar dolar AS (sekitar Rp60,4 triliun) pada Januari-Juli 2021, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ekspor Indonesia pada periode tersebut tercatat sebesar 2,688 miliar dolar AS (sekitar Rp38,4 triliun) atau naik 52,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Eropa Tengah dan Eropa Timur yaitu karet, minyak kelapa sawit, sepatu, produk perikanan, kopi, furniture, elektronik dan komponennya, serta tekstil.

Sementara tiga negara mitra terbesar Indonesia di kawasan itu adalah Rusia, Turki, dan Ukraina.

Baca juga: Indonesia berpartisipasi pameran dagang kriya terbesar di Eropa

Tidak hanya menyasar peningkatan perdagangan, Indonesia juga melihat potensi besar yang perlu dikelola untuk menarik investasi dari Eropa Tengah dan Eropa Timur.

Interaksi bisnis itu khususnya dalam memanfaatkan Indonesia sebagai basis produksi ataupun untuk memantapkan rantai pasok global di Asia Pasifik, untuk industri dari kawasan Eropa Tengah dan Eropa Timur, tutur Ngurah.

Karena pandemi COVID-19 yang masih membatasi pergerakan lintas negara, interaksi antara pebisnis dan investor dalam INACEE akan difasilitasi melalui platform digitalina-access.com, yang khusus disiapkan untuk pameran perdagangan, investasi, dan pariwisata secara virtual.

Sejauh ini, terdapat 347 perusahaan Indonesia dan 45 perusahaan Eropa yang telah mendaftar untuk mengikuti pameran bisnis INACEE.

Platform digital itu juga memuat profil dari 133 proyek investasi yang siap ditawarkan Indonesia di berbagai sektor di antaranya infrastruktur, pengembangan kawasan industri, dan pariwisata.

Baca juga: PPI promosikan pangan Indonesia di pameran dagang Eropa
Baca juga: Kamar Dagang Eropa: UU Ciptaker dapat pacu daya saing produk Indonesia


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Perdagangan China-ASEAN tumbuh kuat meski di tengah pandemi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar