Banjir Australia Memburuk, Satu Kota Nyaris Terkurung

Banjir Australia Memburuk, Satu Kota Nyaris Terkurung

Pandangan sebagian udara rumah terendam banjir Rockhampton Australia di negara bagian Queensland, (2 /1). (ANTARA/REUTERS / Daniel Munoz )

Rockhampton, Australia (ANTARA News) - Puluhan ribu orang dari satu kota besar Australia menghadapi isolasi total Selasa akibat krisis banjir terburuk yang melanda banyak daerah di negara itu.

Para pejabat di Rockhampton melakukan pengungsian paksa dan mengeluarkan peringatan tentang serangan ular dan buaya sementara salah satu banjir terburuk Australia, yang telah merendam belasan kota, tampaknya akan memutuskan hubungan jalan raya terakhirnya.

Sekitar 200 rumah penduduk dan toko-toko digenangi air dan air Sungai Fitzroy, yang membelah dua kota itu, meluap dengan ketinggian air 9,2 meter, diduga akan mencapai 9,4 meter Rabu atau Kamis.

"Saya tahu orang-orang di sekitar sini sangat tangguh, tetapi jika rumah anda hancur dan anda kehilangan seluruh harta benda anda (itu sulit)," kata direktur operasi Badan Urusan Darurat Negara itu" Scott Mahaffey kepada AFP.

Rockhampton, 500Km dari Brisbane dan satu pusat pertanian dan daerah tambang batu bara, kini jadi pusat apa yang para pebajat katakan banjir "biblical" yang menyebabkan 200.000 orang terlantar di satu daerah seluas Prancis dan Jerman. Banjir itu telah menewaskan tujuh orang.

Hujan lebat selama berpekan-pekan, yang diikuti oleh badai tropis Tasha, telah menyebabkan air sungai meluap dan mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa kasus, merendam daerah pertanian dan pertambangan, menghanyutkan jembatan-jembatan dan memaksa militer mengosongkan seluruh kota dengan menggunakan helikopter.

Ketinggian air yang meningkat menyebabkan bandara dan jalur kereta api d Rockhampton yang berpenduduk 75.000 jiwa itu ditutup. Tetapi para pejabat mengatakan hubungan jalan raya dari kota utara kota itu tetap terbuka Selasa, membantah lapora-laporan sebelumnya bahwa jalan itu terputus.

Militer mengirim pasokan pangan dengan menggunakan truk dan polisi memaksa seorang warga yang enggan meninggalkan rumahnya. Militer menganggap terlalu berbahaya bagi warga untuk tetap tinggal sementara ketinggian air meningkat.

Dua wanita hamil termasuk di antara sekitar 200 orang yang dievakuasi sejumlah dari mereka ditampung di tempat-tempat

penampungan. Para pejabat urusan darurat menyatakan khawatir bahwa air tetap dapat tinggi selama dua pekan, yang membawa agas dan nyamuk yang membawa penyakit dan memperingatkan akan ancaman ular-ular beracun dan buaya-buaya.

Tambang-tambang yang dilanda banjir dan jalur-jalur kereta api dan pelabuhan-pelabuhan tutup menghammbat seluruh produksi penting Queensland batu bara, sebagian besar ke pabrik-pabrik baja Asia.

Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton, Senin, mengucapkan belasungkawa atas korban tewas akibat banjir dan mengatakan Washington siap memberikan bantuan kepada sekutu dekatnya itu.

"Atas nama Presiden Barack Obama dan rakyat Amerika Serikat, saya mengucapkan belasungkawa atas korban tewas dan kehancuran harta benda di Queensland yang disebabkan banjir sekarang," kata Hillary dalam sebuah pernyataan.

"Kedutaan besar kami di Canberra memantau situasi dan melakukan kontak dengan pihak berwenang Ausralia. Australia adalah mitra penting dan sahabat dekat AS dan kami siap memberikan bantuan," katanya.

Bagian-bagian lain negara itu sudah bersih setelah banjir terburuk itu berakhir, tetapi para pejabat memperingatkan operasi-operasi pertolongan dan perbaikan dapat berlangsung selama berperkan-pekan, demikian AFP.

(SYS/H-RN/C003/S026)

Pewarta: NON
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar