Menlu Indonesia-Turki bahas isu Afghanistan, Myanmar

Menlu Indonesia-Turki bahas isu Afghanistan, Myanmar

Arsip foto - Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu (kiri) dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi (kanan) membahas berbagai isu bilateral, regional, dan dunia saat pertemuan bilateral antarmenteri luar negeri di Jakarta, Selasa (22/12/2020). ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri RI.

Pemberian bantuan kemanusiaan perlu didorong dan ditingkatkan, guna menyelamatkan penduduk Myanmar
Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu membahas isu Afghanistan dan Myanmar dalam pertemuan bilateral yang dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, pada Minggu (19/9).

Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan tertulisnya, Selasa, menyatakan kedua menteri sepakat mengenai pentingnya komunitas internasional berkolaborasi guna memastikan perkembangan di Afghanistan berlangsung kondusif bagi perdamaian dunia.

Menteri Turki mendukung pesan dan harapan Indonesia yang telah disampaikan Menlu RI kepada Taliban yaitu pentingnya terus diupayakan pembentukan pemerintahan yang inklusif, pentingnya jaminan bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai tempat pembibitan dan pelatihan teroris, serta penghormatan terhadap hak-hak perempuan.

Baca juga: Temui parlemen Turki, anggota DPR RI dorong perdagangan bebas

Sementara terkait isu Myanmar, Menlu Turki menyampaikan apresiasi dan dukungan atas peran aktif Indonesia dalam penyelesaian krisis di Myanmar.

“Situasi kemanusiaan yang memburuk di tengah pandemi COVID-19 menjadi sorotan utama kedua menteri. Pemberian bantuan kemanusiaan perlu didorong dan ditingkatkan, guna menyelamatkan penduduk Myanmar,” kata Kemlu RI.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno dan Menlu Cavusoglu juga membahas hubungan bilateral kedua negara yang semakin kuat, terutama dilihat dari peningkatan kerja sama ekonomi.

Nilai perdagangan Indonesia-Turki pada periode Januari-Juli 2021 tercatat sebesar 1,115 juta dolar AS (sekitar Rp15,9 miliar) atau meningkat 47,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, dibahas pula penyelesaian perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (IT-CEPA) yang diyakini kedua menteri akan menjadi instrumen penting dalam pencapaian perdagangan kedua negara menuju 10 miliar dolar AS (sekitar Rp142,6 triliun).

Baca juga: Bantuan penanganan COVID-19 dari Turki tiba di Indonesia
Baca juga: Dubes RI jamu petinggi Turki di geladak KRI Sultan Iskandar Muda


Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar