Saham Jepang jatuh, ikuti aksi jual di Wall Street tertekan Evergrande

Saham Jepang jatuh, ikuti aksi jual di Wall Street tertekan Evergrande

Seorang wanita memegang payung berjalan di dekat papan elektonik yang menunjukkan indeks Nikkei di sebuah broker di Tokyo, Jepang, Senin (15/2/2021). ANTARA/REUTERS/Kim Kyung-Hoon/am.

Pasar menurun, tetapi investor tenang dan suasananya agak positif
Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang jatuh pada perdagangan Selasa pagi, mengikuti aksi jual di Wall Street, karena kekhawatiran potensi gagal bayar oleh pengembang China Evergrande Group mendorong investor keluar dari ekuitas, meskipun kerugian dibatasi karena para pedagang mengambil saham-saham murah.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) terpangkas 2,03 persen menjadi diperdagangkan di 29.880,27 poin pada pukul 02.07 GMT, sementara indeks Topix yang lebih luas kehilangan 1,77 persen menjadi diperdagangkan di 2.063,05 poin.

Meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan gagal bayar oleh Evergrande mengguncang pasar global pada Senin (20/9/2021), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami persentase penurunan harian terbesar sejak Mei.

Namun pelaku pasar mengatakan dampak aksi jual di pasar Jepang terbatas.

"Pasar menurun, tetapi investor tenang dan suasananya agak positif," kata Shoichi Arisawa, manajer umum departemen riset investasi di IwaiCosmo Securities, dilansir Reuters.

Nikkei Jepang melonjak lebih dari 6,0 persen sejak awal bulan ini karena harapan kepemimpinan politik baru dan penurunan infeksi COVID-19 mengangkat sentimen investor.

"Investor yang melewatkan reli terbaru sekarang membeli saham saat turun. Mereka menyadari betapa murahnya saham Jepang setelah reli yang dimulai akhir Agustus."

Saham kelas berat dalam indeks, SoftBank Group menyeret Nikkei paling banyak, jatuh 5,36 persen pada Selasa, diikuti oleh pemasok peralatan chip Tokyo Electron yang turun 2,53 persen dan pembuat AC Daikin Industries jatuh 3,57 persen.

Saham-saham sensitif terhadap ekonomi global juga menurun, dengan pembuat baja kehilangan 3,53 persen dan pembuat mesin jatuh 3,01 persen, sementara pelayaran tergelincir 2,89 persen.

Namun, saham-saham terkait perjalanan naik di tengah harapan pembukaan kembali ekonomi ketika Tokyo menyaksikan penurunan infeksi COVID-19.

Airliners ANA Holdings terdongkrak 1,7 persen dan Japan Airlines melonjak 3,09 persen. Central Japan Railway, yang mengoperasikan kereta cepat antara Tokyo dan Osaka juga naik 1,2 persen.

Daiichi Sankyo adalah pemain terbaik di Nikkei dengan keuntungan 7,43 persen, diikuti oleh Kansai Electric Power, yang naik 1,17 persen.

Toto Ltd anjlok 6,06 persen, menjadikannya saham berkinerja terburuk dalam indeks, diikuti Komatsu yang kehilangan 4,95 persen.

Baca juga: Saham Hong Kong setop kerugian, setelah Evergrande guncang pasar
Baca juga: Saham Australia jatuh terseret keuangan, teknologi, imbas Evergrande
Baca juga: IHSG terkoreksi jelang pengumuman hasil RDG Bank Indonesia

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar