Gerakan Pakai Masker: Patuhi protokol kesehatan meski level PPKM turun

Gerakan Pakai Masker: Patuhi protokol kesehatan meski level PPKM turun

Tim Marketing dan Komunikasi Gerakan Pakai Masker Fardila Astari berbicara dalam dialog virtual Ayo Pakai Masker, Ayo Cepat Vaksin di Jakarta, Selasa (21/9/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Perlu kampanye-kampanye yang isinya terus mengingatkan
Jakarta (ANTARA) - Gerakan Pakai Masker mengajak seluruh lapisan masyarakat tetap waspada dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan meski level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah turun untuk mencegah kenaikan kasus COVID-19.

"Gerakan Pakai Masker sangat mengapresiasi kedua capaian ini (penurunan level PPKM dan tingkat penularan COVID-19 atau positivity rate), namun tetap perlu diwaspadai agar jangan sampai lengah dan lalai karena kekhawatiran kami euforia keberhasilan ini menjadi kelengahan juga, " kata Tim Marketing dan Komunikasi Gerakan Pakai Masker Fardila Astari dalam dialog virtual Ayo Pakai Masker, Ayo Cepat Vaksin di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan mungkin banyak orang yang nanti mulai lengah dan lalai tidak pakai masker lagi, tidak jaga jarak, mulai sering kumpul-kumpul. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak euforia atas keberhasilan akan penurunan level PPKM dan tingkat penularan COVID-19 di Indonesia saat ini.

Justru, lanjut Fardila, keberhasilan itu harus dipertahankan dan level PPKM harus terus diupayakan semakin turun dengan cara melakukan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi.

Fardila menuturkan jika lengah dan tidak mematuhi protokol kesehatan maka besar kemungkinan akan terjadi kenaikan kasus COVID-19 tiba-tiba. Tentunya, semua lapisan masyarakat dan berbagai pihak harus terus bekerja sama untuk menghindari kenaikan kasus, salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan terus menerus.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan tidak mengalami seperti yang terjadi di Singapura, Filipina dan Malaysia yang tiba-tiba menghadapi kenaikan atau lonjakan kasus, atau berulangnya kejadian lonjakan kasus seperti pada Juli-Agustus 2021.

"Memang perlu kampanye-kampanye yang isinya terus mengingatkan dan mengedukasi masyarakat supaya tetap mengikuti protokol kesehatan," tutur Fardila.

Baca juga: Masih banyak warga DKI Jakarta abaikan penggunaan masker

Baca juga: Gerakan Pakai Masker tingkatkan kepercayaan wisatawan kepada Indonesia

Baca juga: Masker mu, resesi ku

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar