Menkominfo: Pemerintah terus genjot penyaluran KUR untuk dorong UMKM

Menkominfo: Pemerintah terus genjot penyaluran KUR untuk dorong UMKM

Pekerja merapikan boneka yang akan dikirim di kokao toys mart, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (18/9/2021). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus memaksimalkan peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu UMKM bertahan saat pandemi COVID-19 dan hingga September 2021 penyaluran KUR telah mencapai Rp179.54 triliun (63%) kepada 4,77 debitur dengan non performing loan tetap terjaga di 0,99%. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

realisasi penyaluran KUR yang cukup tinggi menandakan bahwa ekonomi UMKM sudah mulai bergerak
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah terus memaksimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan produktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk naik kelas dan go digital, serta berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.

"Pemerintah terus menggenjot penyaluran KUR untuk meningkatkan produktivitas UMKM sehingga memperkuat perekonomian kerakyatan. Penyaluran KUR secara efektif menjadi kunci untuk terus mendukung UMKM Indonesia menjalankan kegiatan usaha dan meningkatkan digitalisasi agar mereka bisa naik kelas," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa.

Per 13 September 2021, penyaluran KUR telah mencapai Rp179,54 triliun atau mencapai 63 persen dari target 2021 sebesar Rp285 triliun. Adapun jumlah debitur penerima KUR telah mencapai 4,77 juta debitur.

Lebih lanjut, Jhonny menerangkan bahwa realisasi penyaluran KUR yang cukup tinggi menandakan bahwa ekonomi UMKM sudah mulai bergerak.

Apalagi, katanya, jika melihat tingkat non-performing loan (NPL) yang berada di bawah 1 persen (atau tepatnya 0,99 persen). “Artinya, ekonomi kemampuan bayar debitur sangat baik sejalan dengan kegiatan usahanya," ungkap dia.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dia menyatakan penyaluran KUR kini ditingkatkan dengan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen hingga akhir 2021.

Kebijakan ini diikuti dengan penundaan angsuran pokok KUR, relaksasi perpanjangan waktu jatuh tempo, dan penambahan limit plafon bagi penerima KUR terdampak pandemi COVID-19.

Jhonny menyampaikan, langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan dan lompatan besar bagi UMKM untuk memperkuat permodalan mereka.

“Berbagai relaksasi juga diberikan untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk tetap menjaga usahanya di tengah pandemi," ucapnya.

Ke depan, tutur Menkominfo, pemerintah disebut akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan efektivitas penyaluran KUR. Serta, diikuti dengan pembinaan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapabilitas digital UMKM.
Baca juga: Realisasi KUR capai Rp176,92 triliun per 6 September 2021
Baca juga: Menko Perekonomian minta gubernur-wali kota dorong pertumbuhan KUR

 

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkominfo terima usulan hak publikasi dari Dewan Pers

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar