Saham Jepang dibuka jatuh, investor pantau hasil pertemuan The Fed

Saham Jepang dibuka jatuh, investor pantau hasil pertemuan The Fed

Ilustrasi: Dua orang wanita melihat papan elektronik yang menunjukkan rata-rata Nikkei Jepang di luar broker di Tokyo, Jepang. ANTARA/REUTERS/Toru Hanai/am.

Itu karena fokus investor adalah pada pertemuan Fed ... bagaimana proyeksi suku bunga akan terlihat dan apakah Fed akan mulai melakukan tapering sebelum akhir tahun
Tokyo (ANTARA) - Saham-saham Jepang tergelincir ke level terendah dalam lebih dari dua minggu pada perdagangan Rabu pagi, karena investor fokus pada Federal Reserve (Fed) AS, yang diperkirakan akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang jalur kebijakan masa depan, dan potensi gagal bayar utang pada raksasa properti China Evergrande.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) merosot 0,63 persen menjadi diperdagangkan di 29.650,78 poin pada pukul 02.09 GMT, sedangkan Indeks Topix yang lebih luas turun 0,67 persen menjadi diperdagangkan pada 2.050,67 poin.

Nikkei secara singkat mengubah arah hari sebelumnya untuk diperdagangkan lebih tinggi setelah unit China Evergrande Hengda Real Estate Group mengatakan akan membayar beberapa bunga obligasi yang jatuh tempo pada Kamis (23/9/2021), menghilangkan kekhawatiran keruntuhan yang akan segera terjadi yang telah menakuti investor.

Meskipun investor tampaknya telah memperhitungkan berita tersebut, namun tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengirim Nikkei di atas level psikologis 30.000, kata General Manager Departemen Riset Tachibana Securities, Shigetoshi Kamada.

Baca juga: Saham Jepang melemah terimbas Evergrande, Nikkei jatuh 2,17 persen

"Itu karena fokus investor adalah pada pertemuan Fed ... bagaimana proyeksi suku bunga akan terlihat dan apakah Fed akan mulai melakukan tapering sebelum akhir tahun," katanya.

Hasil pertemuan dua hari Fed dijadwalkan pada pukul 18.00 GMT dengan konferensi pers setengah jam kemudian.

Perusahaan-perusahaan perdagangan memimpin penurunan ekuitas Jepang, dengan Marubeni kehilangan 3,59 persen dan Mitsui & Co tergelincir 2,6 persen.

Pembuat mesin juga jatuh, dengan Daikin Industries kehilangan 2,17 persen dan Makita merosot 2,2 persen.

Baca juga: Pasar saham Asia tegang, tertekan bayang-bayang Evergrande dan The Fed

Mizuho Financial tergelincir 0,97 persen setelah laporan bahwa regulator akan mengawasi sistem manajemen di grup perbankan tersebut menyusul serangkaian kegagalan teknis.

Rekannya, Mitsubishi UFJ Financial Group naik 2,25 persen setelah mengatakan akan menarik diri dari perbankan ritel AS dengan menjual MUFG Union Bank senilai 8 miliar dolar AS.

Sektor real estat adalah yang berkinerja terbaik di antara 33 indeks sektoral bursa, dengan Mitsui Fudosan terangkat 2,36 persen dan Tokyo Tatemono menguat 1,18 persen.

Investor start-up teknologi kelas berat SoftBank Group naik 1,69 persen dan pemilik jaringan toko pakaian Uniqlo, Fast Retailing naik 0,95 persen.

Baca juga: IHSG diprediksi datar, seiring dimulainya pertemuan bank sentral AS

Baca juga: Saham China dibuka anjlok, tertekan kekhawatiran dampak Evergrande

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar