Jumlah pengangguran di Jakbar meningkat 40.000 selama pandemi

Jumlah pengangguran di Jakbar meningkat 40.000 selama pandemi

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (kedua kanan) menyerahkan bantuan sembako kepada pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Dirumahkan di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (8/5/2020). Kementerian ketenagakerjaan menyerahkan bantuan sembako kepada pekerja yang diPHK dan dirumahkan akibat pandemi virus Corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Sejak awal pandemi pada 2020 hingga saat ini jumlah pengangguran di Jakarta Barat meningkat sebanyak 40.000 orang.

Peningkatan itu, kata Kabag Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kota Jakarta Barat Iqbal Idham Ramid, terjadi lantaran selama pandemi banyak karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Memang terjadi peningkatan angka pengangguran saat memasuki pandemi," katanya saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu.

Berdasarkan data yang diterima dari Iqbal, tercatat angka pengangguran tahun 2020 mencapai 107.658. Sedangkan tahun 2019 mencapai 64.712.

Angka 107.658 pengangguran merupakan 10 persen dari jumlah warga yang ada di Jakarta Barat.

Pemerintah Kota Jakarta Barat pun melakukan beberapa upaya untuk memangkas angka pengangguran tersebut. Salah satunya dengan menggenjot program Jakprenuer untuk melatih warga menjadi pelaku usaha mandiri.

Baca juga: Pemkot Jakarta Barat selamatkan korban PHK melalui pelatihan kerja
Baca juga: 330 karyawan di Jakarta Barat yang kena PHK sejak Januari 2021


Program tersebut digerakkan langsung oleh beberapa sudin di wilayah Jakarta Barat (Jakbar).

"Ada enam Sudin yang punya kebijakan ini. 'Leading sector'-nya adalah Sudin PPKUKM, Sudin Parekraf, Sudin PPAPP, Sudin Sosial, Sudin KPKP dan Sudin Tenaga Kerja," kata Iqbal.

Keenam sudin itu bertugas menjaring para warga yang mau berwirausaha dan memberikan bantuan berupa pelatihan kerja, alat untuk membuka usaha hingga bantuan mendapatkan modal.

Karena program tersebut, jumlah pelaku usaha kecil menengah (UKM) di bawah naungan Pemkot Jakarta Barat pun semakin banyak. Hal tersebut dikarenakan semakin banyak korban PHK yang banting stir jadi pelaku usaha karena bantuan Jakprenuer.

Saat ditanya berapa jumlah pelaku usaha kecil di bawa binaan Pemerintah Kota Jakarta Barat, Iqbal belum bisa menjelaskan dengan detail.

"Target kita mencetak 40.000 pelaku usaha dalam kurun lima tahun. Sekarang sudah mencapai 80 persen," kata dia.

Dengan upaya tersebut, Iqbal berharap jumlah warga berstatus pengangguran di Jakarta Barat di tahun 2021 berkurang.
 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jabar masih di puncak klasemen, DKI salip Jatim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar