Warga Pademangan beramai-ramai ambil air dari mobil tangki

Warga Pademangan beramai-ramai ambil air dari mobil tangki

Warga membawa ember berisi air bersih yang didapatkan dari satu unit mobil tangki air berisi 5.000 liter yang disediakan di depan Rumah Pompa Hidran Mandiri Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (22/9/2021). (ANTARA/Abdu Faisal)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga Pademangan beramai-ramai mengambil air dari mobil tangki air berisi 5.000 liter yang disediakan di depan Rumah Pompa Hidran Mandiri Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Pademangan, Jakarta Utara, Rabu.

Sejak 19 September lalu, sejumlah kepala keluarga di Rukun Warga (RW) 11 dan RW12 Kelurahan Pademangan Barat mengalami gangguan pelayanan air.
​​
Baca juga: Warga Pademangan Barat keluhkan air keruh Aetra Jakarta

Hingga kini masyarakat masih mengandalkan bantuan pasokan air bersih yang disediakan pengelola air swasta DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Dari Minggu airnya mati, makanya ambil air di sini. Ada juga yang airnya mengalir tapi keruh," ujar warga RT 008 yang ikut mengantre mengisi air di mobil tangki, Puji.

Puji menuturkan warga mengharapkan bantuan air bersih karena bantuan air tersebut belum mencukupi kebutuhan rumah tangga, seperti mencuci, mandi, dan air minum sehari-hari.

Terlebih Puji tidak memiliki mesin pompa air mandiri di rumah, sehingga seluruh kebutuhan hanya mengandalkan suplai dari Perusahaan Air Minum swasta tersebut.

Uyung, warga RT 008 yang tampak memikul dua ember hitam berukuran sedang juga menyetujui pandangan tersebut. Menurut laki-laki berusia 30 tahun itu, bantuan air yang diterimanya paling bisa mencukupi kebutuhan selama satu hari.

"Sehari juga sudah habis lagi. Nanti kalau sudah enggak ada air ya bingung. Enggak bisa cuci, cuci piring, memasak, dan kebutuhan lain lah pokoknya," ujar Uyung.

Baca juga: Karang Taruna Kelurahan Pademangan gelar vaksinasi sasar 2.000 peserta

Jika airnya tidak keluar lagi tiga hari ke depan, Uyung dan keluarganya bingung harus mencari air ke mana lagi.

"Alhamdulillah ada bantuan air, terima kasih banyak. Harapannya ya jangan sampai (air) mati lagi lah. Ini baru merasakan begini," ungkap Uyung.

Menurut keterangan Ketua RT setempat, ada sekitar 800 kepala keluarga di RT08 dan RT14 mengalami kejadian serupa. Namun sebagian ada yang aliran airnya mulai normal dan sebagian lagi air mengalir namun keruh.

Berdasarkan informasi yang diterima ANTARA, gangguan pelayanan suplai air bersih adalah dampak dari pekerjaan perbaikan pipa bocor di Jalan RE Martadinata Rumah Pompa Ancol Timur berlangsung hingga 25 September 2021.

Area terkena dampak antara lain Kelurahan Ancol, Pademangan Barat dan Pademangan Timur.

Baca juga: Api lalap rumah warga di Pademangan Jakarta Utara

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Libur panjang, RSDC Wisma Atlet berharap pasien tak bertambah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar