Banda Aceh (ANTARA News) - Persiraja Banda Aceh gagal mendulang poin penuh setelah ditahan imbang tamunya Persita Tangerang 1-1 pada pertandingan lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Dimurthala, Jumat.

Gol Persita diciptakan pemain tengah Maman di menit ke-21. Sementara gol balasan tim tuan rumah diciptakan striker Persiraja Fahrizal Dillah pada menit ke-81.

Pertandingan tersebut sempat dihentikan wasit di babak kedua sekitar lima menit karena penonton melempari pemain Persita dengan botol air mineral.

Bermain di hadapan 10 ribu pendukungnya, Persiraja langsung menampilkan permainan menyerang sejak menit awal babak pertama. Persiraja nyaris membukukan gol di menit ke-6, namun tendangan Abdul Muswir mengenai tiang gawang.

Sebaliknya, anak asuhan Elly Idris juga tidak ingin kebobolan. Para pemain Persita balik menyerang. Namun, serangan yang dibangun dari tengah selalu kandas di kaki Tong Mayega Elu Mourel, pemain asing Persiraja.

Petaka bagi tim tamu terjadi di menit ke-21. Berawal dari serangan balik, Maman, gelandang serang Persita, melepaskan tendangan di luar kotak penalti dan gagal dibendung kiper Persiraja Dicky Anggriawan . Bola bersarang di pojok kanan gawang tuan rumah.

Tidak ingin dipermalukan di kandang sendiri membuat pemain Persiraja meningkatkan daya gedor. Sedikitnya ada empat peluang gol gagal dimanfaatkan. Dua di antaranya mengenai tiang gawang. Skor 1-0 untuk Persita bertahan hingga turun minum.

Bermain di babak kedua, Persiraja mulai meningkatkan tempo serangan. Baru satu menit pertandingan berlangsung, kapten Persiraja Abdul Musawir nyaris menggetarkan jala lawan. Namun, sundulannya mampu ditepis Tema Mursada.

Unggul satu gol membuat pemain Persita melambatkan tempo pertandingan. Bahkan, pemain tim tamu banyak yang pura-pura Kesakitan ketika bersenggolan dengan anak asuh Herry Kiswanto.

Trik tersebut mampu memancing emosi pemain tuan rumah. Sejumlah kericuhan kecil di tengah lapangan nyaris menimbulkan perkelahian. Bahkan penonton pun kerap melempari pemain Persita dengan botol plastik air mineral karena kesal melihat tingkah pemain tamu.

Wasit yang memimpin pertandingan bersikap tegas dan melambaikan kartu merah kepada Ade Jandra, penyerang Persita di menit ke-68 karena pura-pura dijatuhkan pemain Persiraja di kotak penalti tuan rumah.

Dua menit setelah wasit melambaikan kartu merah, pertandingan sempat terhenti sekitar lima menit ketika seorang pemain Persita pura-pura kesakitan akibat bertabrakan dengan pemain belakang Persiraja.

Saat tim medis memasuki lapangan, sang pemain tersebut bangkit dan langsung berlari. Akibatnya, penonton melempari pemain tersebut. Tidak terima rekannya dilempari, para pemain Persita langsung keluar lapangan.

Puluhan aparat keamanan langsung mengamankan lapangan. Sejumlah pemain Persiraja juga meminta penonton tidak melempar ke dalam lapangan.

Persiraja akhirnya mampu membalas gol di menit ke-81 lewat kaki Fahrizal Dillah dari luar kotak penalti. Tendangan keras pemain yang dipanggil seleksi timnas U-23 tersebut gagal dibendung Tema Mursada. Skor berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut meningkatkan motivasi pemain tuan rumah untuk meraih kemenangan kandang. Buktinya, pemain Persiraja terus berupaya menekan Persita. Sedikitnya ada lima peluang gol tercipta di lima menit terakhir babak kedua.

Peluang gol tersebut mampu dipatahkan Luis Edmondo, yang juga kapten Persita lewat aksi individunya di depan gawang sendiri. Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. (*)
(T.KR-HSA/R010/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011