Laporan dari China

Utusan khusus China, Rusia, Pakistan untuk Afghanistan kunjungi Kabul

Utusan khusus China, Rusia, Pakistan untuk Afghanistan kunjungi Kabul

Anak-anak perempuan Afghanistan berbaris di sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan, Sabtu (18/9/2021). ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/HP/sa.

Mereka juga sangat mendukung pemberantasan terorisme dan kejahatan narkoba. Pihak Taliban menekankan pentingnya Afghanistan bermitra dengan China, Rusia, dan Pakistan karena ketiga negara ini memainkan peran konstruktif dan bertanggung jawab dalam me
Beijing (ANTARA) - Utusan khusus China, Rusia, Pakistan untuk Afghanistan mengunjungi Kabul pada Selasa (21/9) hingga Rabu.

Ketiga duta tersebut, yakni Yue Xiaoyong (Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri China untuk Afghanistan), Zamir Kabulov (Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Afghanistan), dan Mohammad Sadiq (Utusan Khusus Kemlu Pakistan untuk Afghanistan) menemui pelaksana tugas Perdana Menteri Afghanistan Hasan Akhund, Menlu Amir Khan Muttaqi, paksana tugas Menteri Keuangan Hidayatullah Badri, dan sejumlah pejabat senior lainnya.

"Kedatangan mereka atas undangan Taliban di Afghanistan," kata juru bicara Kemlu China Zhao Lijian.

Menurut dia, mereka menggelar diskusi tentang perkembangan situasi di Afghanistan.


Baca juga: Taliban: Di Afghanistan tidak ada Al Qaida ataupun ISIS


"Mereka juga sangat mendukung pemberantasan terorisme dan kejahatan narkoba. Pihak Taliban menekankan pentingnya Afghanistan bermitra dengan China, Rusia, dan Pakistan karena ketiga negara ini memainkan peran konstruktif dan bertanggung jawab dalam mengonsolidasikan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan8," ujar Zhao.

Ketiga negara juga menyerukan komunitas internasional memberikan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan dan menekankan kepada Amerika Serikat dan sekutunya agar bertanggung jawab terhadap masalah pembangunan sosial dan ekonomi Afghanistan.

Ketiga negara dan otoritas Taliban sepakat untuk tetap memelihara dan mendukung perdamaian dan kemakmuran di Afghanistan serta stabilitas pembangunan regional.


Baca juga: Taliban berencana buka kembali SMA buat perempuan


Dalam kunjungan tersebut, para utusan khusus juga bertemu dengan mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan mantan Ketua Majelis Tinggi Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah untuk membahas perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, demikian Zhao dalam briefing pers harian itu.

Zhao menambahkan bahwa selama kunjungan tersebut, China tetap mematuhi kebijakan non-intervensi dan selalu memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian politik di Afghanistan.

"Afghanistan harus bisa mewujudkan politik yang terbuka dan inklusif, menerapkan kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat dan bijaksana, memutuskan hubungan dengan berbagai bentuk organisasi teroris, dan bersikap ramah terhadap negara-negara tetangga," kata Zhao. 


Baca juga: Indonesia diharapkan terus berkontribusi untuk Afghanistan


Baca juga: Inggris ajak China, Rusia setujui strategi Afghanistan

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar