Menkes imbau masyarakat belajar hidup berdampingan dengan pandemi

Menkes imbau masyarakat belajar hidup berdampingan dengan pandemi

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar (kiri) dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mendampingi Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan dalam acara Global COVID-19 Summit yang digelar secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Rabu (22/9/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Lukas/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mulai belajar beradaptasi dan hidup berdampingan dengan kondisi pandemi COVID-19 karena tidak ada pandemi yang bisa selesai dalam waktu singkat.

Hal itu disampaikan Budi Gunadi saat mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam peninjauan vaksinasi COVID-19 dosis kedua untuk para pekerja media di Bentara Budaya Jakarta, Kamis.

"Nggak ada pandemi selesai dalam waktu singkat. Paling pendek, setahu saya, memang lima tahun, tetapi ada pula yang puluhan tahun sampai ratusan tahun. Jadi kita mesti belajar hidup dengan mereka," kata Budi Gunadi di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Wapres imbau "testing, tracing, isolation" lebih diperkuat

Untuk mulai beradaptasi dengan pandemi, lanjut Budi, yang pertama harus dilakukan masyarakat adalah melaksanakan vaksinasi COVID-19.

"Yang pertama, yang harus kita lakukan, pastikan teman-teman cepat vaksinasi; itu yang nomor satu. Kalau bisa cepat dapat vaksinasi dua dosis," tambahnya.

Selanjutnya, Budi mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan atau euforia menghadapi pengendalian kasus penularan COVID-19 melalui vaksin.

Budi mencontohkan beberapa negara yang capaian vaksinasi COVID-19 tinggi namun tetap mengalami peningkatan kasus penularan.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi COVID-19 jangkau 50 juta suntikan selama lima pekan

"Kita lihat negara seperti Israel dan Amerika Serikat, vaksinasi tinggi, tetapi (kasus penularan) naik lagi karena mereka mengabaikan protokol kesehatan," tukasnya.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat meskipun sudah mendapatkan dosis vaksin COVID-19.

Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah akan meningkatkan upaya pengetesan, pelacakan, dan perawatan atau testing, tracing, treatment (3T), sehingga penularan kasus COVID-19 dapat ditekan.

Baca juga: Wapres: Indonesia tidak mau kecolongan varian baru COVID-19

"Pemerintah terus melakukan testing, tracing, dan isolasi. Kalau ada satu orang yang kena langsung diburu, sampai mungkin lebih dari 10 orang yang dicari (dilacak) itu," ujar Wapres.

Selain peningkatan 3T, Wapres mengatakan upaya pencegahan penularan COVID-19 yang harus diperkuat adalah penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi. 


#ingatpesanibu 
#sudahdivaksintetap3M 
#vaksinmelindungikitasemua 
 

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes lakukan pendekatan sosial untuk vaksinasi warga Baduy

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar