Saham Hong Kong ditutup melonjak, terkerek saham real estat

Saham Hong Kong ditutup melonjak, terkerek saham real estat

Ilustrasi: Pergerakan naik Indeks Hang seng di Bursa Saham Hong Kong, China (Reuters)

Hong Kong (ANTARA) - Saham-saham Hong Kong ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis, setelah jaminan dari pengembang properti yang sarat utang China Evergrande Group mengangkat saham sektor real estat ketika pasar melanjutkan perdagangan setelah liburan.

Indikator utama Bursa Efek Hong Kong, Indeks Hang Seng (HSI), meningkat 1,19 persen atau 289,44 poin menjadi menetap di 24.510,98 poin, sedangkan Indeks China Enterprises bertambah 1,08 persen atau 93,36 poin menjadi berakhir di 8.733,73 poin.

China Evergrande melonjak melesat 30 persen dalam perdagangan pagi dan berakhir melonjak 17,6 persen.

Evergrande mengatakan pihaknya mengadakan pertemuan internal pada Rabu (22/9/2021) malam, mendesak para eksekutif perusahaan untuk memastikan kualitas pengiriman properti dan penebusan produk-produk manajemen kekayaan.

Baca juga: Saham Hong Kong setop kerugian, setelah Evergrande guncang pasar

Evergrande mengatakan telah "menyelesaikan" satu pembayaran kupon yang jatuh tempo pada Kamis tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut, sehingga tidak jelas apakah ini artinya pembayaran bunga obligasi dolar senilai 83,5 juta dolar AS yang jatuh tempo hari ini.

Indeks Properti Hang Seng Daratan melonjak 8,1 persen, sedangkan Indeks Properti Hang Seng terdongkrak 4,6 persen.

Penyedia layanan manajemen properti Country Garden Services Holdings juga melonjak 12,7 persen, kenaikan harian terbesar di Indeks Hang Seng.

Mengingat tingkat kas yang tinggi di pasar luar negeri dan arus masuk yang solid, sentimen secara bertahap akan pulih dari posisi terendah setelah kebisingan Evergrande mereda, dan kebijakan mungkin melihat beberapa pelonggaran juga, kata Nomura dalam sebuah catatan.

Indeks Teknologi Hang Seng menguat 0,9 persen dengan raksasa teknologi Meituan dan Tencent Holdings masing-masing melonjak 5,2 persen dan 2,9 persen.

Alibaba Group melemah 0,2 persen setelah mengatakan perusahaan mulai mengirim data kredit konsumennya ke database yang dijalankan oleh bank sentral China.

Sementara itu, sub-indeks yang melacak saham sektor energi terkerek 2,5 persen seiring dengan kenaikan harga minyak.

Baca juga: Saham China berakhir naik, jaminan Evergrande angkat saham real estat

Baca juga: IHSG ditutup naik, diiringi aksi beli asing dan penguatan bursa Asia


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Waskita Karya jual saham tol di Sumut ke investor Hong Kong Rp824 miliar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar