ADWI diharap bantu desa wisata bangkit di tengah pandemi

ADWI diharap bantu desa wisata bangkit di tengah pandemi

Panorama wisata Sendang Seruni di Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (18/9/2021). Desa Tamansari masuk 50 besar dari 1.831 desa wisata yang mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/rwa. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berharap adanya Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 bisa membantu desa wisata di Tanah Air untuk berjuang bangkit di tengah pandemi COVID-19.

"Anugerah Desa Wisata diharapkan dapat menjadi daya ungkit untuk desa wisata di Indonesia agar bisa bangkit di era pandemi," kata Subkoordinator Pengelolaan Pengunjung, Atraksi, Fasilitas Direktorat Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf, Endah Ruswanti, dalam webinar Planet Tourism Indonesia, Kamis.

Baca juga: Desa Tete Batu diharap bawa "virus positif" untuk pariwisata NTB

Program ini diharapkan bisa mewujudkan visi Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Endah mengatakan ada 1.831 jumlah peserta yang terdaftar dalam ADWI yang dinilai berdasarkan tujuh kategori, yaitu homestay, toilet, suvenir, desa digital, CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability), konten kreatif, serta daya tarik wisata. Semua kategori itu didasarkan pada empat pilar utama yaitu pengelolaan atau manajemen, sosial budaya, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.

Pemenangnya akan diumumkan pada 7 Desember 2021.

Baca juga: Menparekraf ajak netizen beri nama objek wisata Riau mirip Raja Ampat

Baca juga: Menparekraf dorong potensi edukasi peternakan di Desa Wisata Cisande

Baca juga: Sandiaga Uno usulkan pembangunan kereta gantung menuju Setu Babakan

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar