Saham Korsel ditutup menyusut tertekan kekhawatiran utang Evergrande

Saham Korsel ditutup menyusut tertekan kekhawatiran utang Evergrande

Seorang pria sedang menelpon di depan kantor pusat Korea Exchange Bank di Seoul, Korea Selatan. ANTARA/REUTERS /Kim Kyung-Hoon/am.

Seoul (ANTARA) - Saham-saham Korea Selatan ditutup sedikit lebih rendah pada Jumat, karena berlanjutnya kekhawatiran atas beban utang pengembang properti China Evergrande setelah beberapa pemegang obligasi luar negerinya dilaporkan belum menerima pembayaran bunga.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun tipis 2,34 poin atau 0,07 persen menjadi menetap di 3.125,24 poin. Untuk minggu ini, KOSPI melemah 0,70 persen.

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa teknologi Samsung Electronics turun 0,13 persen dan rekannya SK Hynix tergelincir 1,42 persen, sementara LG Chem naik 0,13 persen dan Naver naik 1,38 persen.

Beberapa pemegang obligasi luar negeri China Evergrande Group belum menerima pembayaran bunga pada batas waktu Kamis waktu AS, dua orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, sehingga kekhawatiran tentang nasib pengembang properti meningkat.

Pasar masih penuh ketidakpastian dan banyak yang tetap dalam mode menunggu dan melihat, kata Lee Kyoung-min, seorang analis di Daishin Securities.

Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 77,3 miliar won (88,6 juta dolar AS) di papan utama.

Won dikutip pada 1,176,5 per dolar di platform penyelesaian dalam negeri, 0,08 persen lebih rendah dari penutupan hari sebelumnya di 1,175,5. Di perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.177,2 per dolar, turun 0,2 persen dari hari sebelumnya. Won telah kehilangan 7,7 persen terhadap dolar sepanjang tahun ini.

KOSPI telah naik 8,76 persen sepanjang tahun ini, tetapi turun 4,4 persen dalam 30 sesi perdagangan sebelumnya.

Baca juga: Saham Korsel ditutup lebih tinggi, indeks KOSPI terkerek 0,33 persen

Baca juga: Saham Korsel melemah, terseret penurunan saham teknologi

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar