Sosok

PON Papua-Naomi Demotekay satu-satunya supir perempuan minibus PON XX

PON Papua-Naomi Demotekay satu-satunya supir perempuan minibus PON XX

Naomi Demotekay berpose di depan minibus yang dikendarainya untuk mengangkut atlet dan ofisial PON XX (ANTARA News Papua/HO-Dokumentasi Indrayadi)

Motivasi terbesar saya adalah ingin menunjukkan kepada dunia luar bahwa perempuan Papua bisa seperti perempuan lain di luar sana
Jayapura (ANTARA) - Naomi Demotekay menjadi satu-satunya supir perempuan orang asli Papua yang mengendarai minibus operasional atlet dan ofisial Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua.

Naomi sendiri berasal dari Suku Genyem di Kabupaten Jayapura, salah satu klaster penyelenggara PON XX Papua di mana kini ia ditugaskan di pool Nendali, Distrik Sentani Timur.

"Sebagai perempuan Papua, saya bangga dapat mengambil bagian dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX," katanya di Jayapura, Jumat.

Menurut Naomi, dirinya juga bangga menjadi satu-satunya supir perempuan Papua di antara banyaknya supir laki-laki yang dilibatkan dalam PON.

"Motivasi terbesar saya adalah ingin menunjukkan kepada dunia luar bahwa perempuan Papua bisa seperti perempuan lain di luar sana," ujarnya.

Dia menjelaskan alasan lain memilih menjadi supir minibus karena dirinya ingin secara langsung berinteraksi dengan atlet dan ofisial dari 33 provinsi di Indonesia.

"Dengan langsung berinteraksi, saya dapat menunjukkan jati diri orang Papua," katanya yang kini sedang melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih.

Dia menambahkan dirinya percaya, atlet dan ofisial yang ditemuinya akan menjadi lidah penyambung untuk menceritakan keindahan Papua dan keramahan masyarakatnya.

"Jadi atlet dan ofisial ini dapat mengetahui bahwa kondisi di Papua tidak seperti yang digambarkan selama ini," demikian Naomi Demotekay.

Baca juga: Milka Rumaropen perempuan pertama Papua dilantik Ketua DPRD Biak

Baca juga: Menjaga laut, seruan menyelamatkan kehidupan perempuan Papua

Baca juga: Perempuan Papua ditunjuk Ketua OC Rakernas PAN

Baca juga: Aktivis: Peningkatan peran perempuan perkuat pembangunan wilayah Papua



 

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar