Dua dari tiga kasus baru COVID-19 merupakan karyawan pabrik

Dua dari tiga kasus baru COVID-19 merupakan karyawan pabrik

Peta perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Jumat, (24/9/2021). (ANTARA/Dok/Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi mencatat dua dari tiga kasus baru warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat, merupakan karyawan yang bekerja di satu pabrik.

"Jumlah kasus baru penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sukabumi cenderung menurun jika dibandingkan bulan lalu. Seperti pada Jumat ini ada tiga kasus baru yang dua diantaranya merupakan karyawan pabrik yang bergerak di bidang peternakan dan satu lagi merupakan remaja putri," kata Humas Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi Eneng Yulia di Sukabumi, Jumat.

Adapun dua karyawan tersebut merupakan pria yang masing-masing berusia 29 dan 31 tahun warga Kecamatan Jampangtengah dan untuk satu lainnya perempuan 17 tahun asal Kecamatan Parakansalak.

Ditemukannya kasus baru di lingkungan pabrik, pihaknya langsung bertindak cepat untuk melakukan berbagai antisipasi untuk memutus mata rantai penyebarannya sesuai operasional prosedur (SOP) penanganan COVID-19 mulai dari testing, tracing hingga treatment (3T).

Baca juga: Lima kecamatan di Sukabumi tertinggi kasus kematian pasien COVID-19

Baca juga: Sudah 574 warga Kabupaten Sukabumi yang meninggal akibat COVID-19


Saat ini kedua karyawan pabrik dan remaja putri positif COVID-19 sudah menjalani isolasi mandiri dan informasinya kondisi kesehatan ketiganya baik, namun demikian tetap mendapatkan pemantauan dan perhatian dari piihak pukesmas serta satgas COVID-19 di daerah masing-masing.

Menurut Eneng, walaupun status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kabupaten Sukabumi sudah berada di level II, masyarakat harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sama halnya aktivitas di perkantoran, perusahaan, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya harus tetap mematuhi peraturan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang PPKM Level IV, III dan II COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali.

"Virus mematikan ini masih ada di sekitar kita, jangan lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan karena bisa saja kasusnya kembali melonjak, maka dari itu peran masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sangat penting," ujarnya.

Di sisi lain, Eneng mengatakan, pada Jumat ini, selain kasus baru bertambah, pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah lima orang sehingga untuk total pasien yang masih menjalani isolasi sebanyak 22 orang.

Sementara, untuk total warga kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa dan Bali yang terkonfirmasi positif sebanyak 11.669 jiwa dan 11.064 pasien sembuh dan sebanyak 583 pasien meninggal dunia.*

Baca juga: Vaksinasi warga pelosok, Pemkab Sukabumi-Star Energy berkolaborasi

Baca juga: Sudah 782 warga Sukabumi meninggal akibat terinfeksi COVID-19

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Strategi Pemkot Semarang tekan kasus baru saat penyesuaian PPKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar