PLN berencana tambah empat SPKLU di Jatim

PLN berencana tambah empat SPKLU di Jatim

Pemilik mobil listrik mengisi daya kendaraannya di sela-sela peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020). ANTARA FOTO/Moch Asim/aww.

Diperkirakan akan bisa beroperasi pada November 2021
Surabaya (ANTARA) - PT PLN (Persero) berencana menambah empat Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Jatim, sehingga total menjadi sembilan stasiun hingga akhir 2021.

Manager Komunikasi PLN UID Jatim, Fenny Nurhayati di Surabaya, Sabtu mengatakan, tambahan empat SPKLU itu masing-masing dua di rest area tol, yakni KM 626A dan KM 626B Saradan, Madiun, kemudian satu di Bandara Juanda Sidoarjo, dan satu lagi di Bandara Abd Saleh, Kabupaten Malang.

"Diperkirakan akan bisa beroperasi pada November 2021," kata Fenny, kepada wartawan.

Saat ini, katanya, total SPKLU di Jatim ada di lima lokasi, masing-masing SPKLU di Kantor PLN ULP Embong Wungu, di Kantor PT PJB, Kantor PLN UP3 Situbondo, Kantor PLN UP3 Banyuwangi, serta Kantor PLN UP3 Ponorogo.

Fenny menjelaskan, penambahan ini karena adanya proyeksi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 yang mencapai 2,2 juta mobil listrik, dan 13 juta motor listrik.

Fenny mengatakan, PT PLN (Persero) juga membuka peluang kerja sama bagi pelaku usaha untuk ikut membangun 101 SPKLU sepanjang 2021 secara nasional.

PLN, kata dia, menyiapkan skema bisnis dan insentif bagi investor yang ingin bergabung.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menuturkan, peluang bisnis SPKLU ini memiliki prospek menggiurkan mengingat tren penjualan mobil listrik terus meningkat.

Pada 2020, penjualan mobil listrik naik 46 persen. Hal ini berbanding terbalik dengan mobil konvensional yang justru menurun hingga 14 persen.

Ditambah, hasil riset juga menunjukkan minat masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik dinilai berada di atas rata-rata keinginan warga negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan roadmap yang disusun Kementerian ESDM, potensi jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor dengan 31.859 unit SPKLU.

Jumlah kendaraan listrik ini diharapkan bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter pada 2030.

Baca juga: PLN tawarkan kerja sama bangun SPKLU kendaraan listrik

Baca juga: Pemerintah beri beragam insentif bagi badan usaha yang bangun SPKLU

Baca juga: Kesiapan infrastruktur dorong harga mobil listrik lebih terjangkau

 

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

PLN hadirkan SPKLU pertama di Maluku dan Maluku Utara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar