Surabaya (ANTARA News) - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (Laksnu) Gugus Joko Waskito menyatakan, Kongres Gerakan Pemuda Ansor ke-14 di Surabaya, 13-17 Januari 2011, harus mampu menghasilkan wajah baru organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

"Ansor wajah baru harus lebih kredibel, enerjik, cerdas, dan profesional," kata Gugus saat dihubungi di Surabaya, Rabu.

Terkait hal itu, lanjutnya, kongres harus bisa memilih ketua umum yang mampu membenahi pola kaderisasi dan manajemen organisasi.

"Terlepas siapa yang nanti terpilih, Ansor ke depan harus mengubah pola kaderisasi dan manajemen organisasi," katanya.

Kongres Ansor dijadwalkan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (13/1). Pembukaan kongres juga diisi dengan kegiatan apel besar Barisan Ansor Serba Guna (Banser) di lapangan Markas Kodam V Brawijaya.

Hingga saat ini sejumlah nama telah masuk dalam bursa kandidat Ketua Umum GP Ansor, antara lain Khatibul Umam Wiranu, A Malik Haramain, Choirul Sholeh Rasyid, Nusron Wahid, Saiful Tamliha, Marwan Jakfar, dan Munawar Fuad Noeh.

Menurut Gugus, dari beberapa nama yang muncul, yang lebih berpeluang menang cukup besar hanya Nusron Wahid yang merupakan politisi Parta Golkar, Saiful Tamliha (PPP), dan Marwan Jakfar (PKB).

"Nusron lebih kuat daya penetrasi ke pengurus cabang dan ditunjang finansial yang cukup. Saiful Tamliha dan Marwan akan didukung mesin PPP dan PKB," katanya.

Dikatakannya, tidak sedikit pengurus PPP dan PKB yang menjadi Ketua Cabang atau Wilayah Ansor.

Ditanya tentang status Malik Haramain yang juga politisi PKB, Gugus mengatakan, meski di kalangan akar rumput Malik lebih populer, namun elit PKB lebih cenderung mendukung Ketua Fraksi PKB DPR RI itu.

Kandidat berlatar belakang politisi lainnya adalah Khatibul Umam Wiranu. Namun, Gugus menilai peluang politisi Partai Demokrat itu tidak terlalu besar karena kurang populer di kalangan Ansor.(*)
(T.S024/Z002/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011