Pensiunan polisi di Semarang jadi "manusia silver" layaknya pengemis

Pensiunan polisi di Semarang jadi "manusia silver" layaknya pengemis

Utusan Kapolda Jateng menemui Seorang pensiunan polisi di Kota Semarang, Aipda (purn) Agus Dartono (61) di rumahnya, yang terpaksa menjadi "manusia silver" untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Minggu. (ANTARA/ HO-Humas Polda Jateng)

Semarang (ANTARA) - Seorang pensiunan polisi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Aipda (purn) Agus Dartono (61), terpaksa menjadi "manusia silver", yakni tak ubahnya sebagai pengemis, hanya saja tubuhnya diberi warna silver atau perak untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Sudah mendapat perhatian dari kapolda," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Iqbal Alqudusy dalam siaran pers di Semarang, Minggu.

Baca juga: Sudinsos Jakbar bina remaja"Manusia silver" mengemis di Kebon Jeruk

Menurut dia, kapolda telah mengirimkan bantuan sejumlah uang dan bahan kebutuhan pokok ke rumah purnawirawan polisi tersebut melalui stafnya.

Ia menuturkan purnawirawan yang pernah bertugas sebagai polisi lalu lintas itu terpaksa mencari nafkah dengan manjadi "manusia silver" tersebut akibat kebutuhan ekonomi.

Baca juga: Satpol PP Jakbar sasar "manusia silver" untuk tertib selama masa PSBB

"Yang bersangkutan mengaku malu kalau meminta tolong kerabat atau rekan kerjanya," tambahnya.

Bantuan, lanjut dia, juga mengalir dari Polrestabes Semarang untuk Agus Dartono.

Baca juga: Satpol PP Jaktim intensifkan razia "manusia silver" dan ondel-ondel

Menurut Iqbal, Agus dijadwalkan bertemu dangan Kapolrestabes Semarang untuk menerima bantuan serta tawaran pekerjaan guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sebelumnya, aksi pensiunan polisi itu saat menjadi manusia silver terungkap ketika razia yang digelar Satpol PP Kota Semarang beberapa waktu lalu. ***3***

Baca juga: Dinas Sosial Jakpus sebut fenomena "manusia silver" imbas COVID-19

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar