Batam (ANTARA News) - Calon pengantin yang berencana menumpang penerbangan Mandala Air Batam-Padang, Kamis, batal menikah karena perusahaan itu tutup operasi.

"Seharusnya kami menikah besok, tapi terpaksa di-`cancel`," kata Warsian di Batam, Kamis.

Ia mengatakan tidak bisa mencari penerbangan pengganti ke Padang, karena hanya Mandala yang melayani Batam-Padang pulang dan pergi, sehingga terpaksa membatalkan pernikahan yang seyogyanya berlangsung Jumat (14/1) usai salat Jumat.

Calon pengantin itu menyesalkan pembatalan penerbangan dan penutupan operasional Mandala yang tiba-tiba, sehingga tidak bisa mencanangkan rencana lain.

Warsian berencana ke Padang bersama calon istrinya Yessi Marlina dan sepasang calon pengantin lain Ilham dan Indrayanti, Rabu (12/1), namun penerbangan dibatalkan.

Keempat insan itu menikah dilaksanakan serentak di kampung halamannya yang terletak di dekat Bandara Minang Kabau.

"Saya tidak tahu bagaimana lagi, karena semua persiapan pernikahan sudah matang," kata dia.

Undangan sudah disebar, makanan sudah disiapkan dan pelaminan didirikan, kata dia melanjutkan. "Makanya orang tua kami jadi sakit sekarang," kata dia melanjutkan.

Ia berharap masih bisa melanjutkan rencana pernikahan, meskipun waktunya diundur.

Warsian menuturkan berencana terbang ke Pekanbaru, Jumat pagi, dan melanjutkan perjalanan ke Padang melalui darat bersama tiga calon pengantin lain.

"Mudah-mudahan masih ada tiket, tapi pasti tidak bisa tepat waktu," kata dia.

Di tempat yang sama, pengelola perusahaan perjalanan Fardeo Travel, Asmal Sabirin mengatakan sudah menjual 40 tiket senilai Rp21.150.000 untuk penerbangan Mandala Batam-Padang, hingga Agustus 2011.

"Sampai Lebaran sudah ada yang membeli," kata dia.

Menurut dia, penerbangan Batam-Padang pulang dan pergi ramai peminat, karena hanya Mandala yang melayani perjalanan itu.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari petugas Mandala, perusahaan itu berjanji akan mengembalikan uang tiket penumpang langsung melalui bank.

"Pihak Mandala yang akan menghubungi penumpang dan mentransfer uangnya," kata dia.
(Y011/S006/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011