Asisten Stafsus Wapres: Bangkitkan pariwisata dengan kearifan lokal

Asisten Stafsus Wapres: Bangkitkan pariwisata dengan kearifan lokal

Salah satu kios cinderamata yang menjajakan cinderamata khas Baduy di Kawasan Suku Baduy, kabupaten Lebak, Provinsi Banten. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi.

Saba budaya Baduy dikembangkan tanpa harus menghilangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Jakarta (ANTARA) - Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja Mahardika menegaskan nilai-nilai kearifan lokal menjadi nilai jual yang dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Oleh karena itu, lanjutnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin, perlu pendekatan baru dalam membangkitkan sektor pariwisata guna pemulihan ekonomi yakni dengan memperkuat kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an.

"Saba budaya Baduy dikembangkan tanpa harus menghilangkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal," ungkap Guntur Subagja saat "Ngawangkong" atau dialog Budaya Baduy di kawasan Suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.

Baca juga: Wisata MICE di Batam mulai menggeliat

Guntur Subagja yang juga Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI) mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang dalam acara kenegaraan peringatan HUT ke 76 Republik Indonesia menggunakan pakaian adat Baduy.

 Hal itu, menurut dia, merupakan apresiasi Presiden Jokowi terhadap budaya dan masyarakat Baduy.

"Dukungan dan perhatian Presiden tersebut dapat menjadi momentum membangkitkan pariwisata budaya Baduy khususnya, serta promosi pariwisata Banten dan pariwisata Indonesia," katanya.

Sementara itu menurut dia, Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga mendorong pariwisata tumbuh untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di tengah pandemi covid-19.

"Wapres juga konsen pengembangan Desa Wisata Agro (Dewa) dan Desa Wisata Industri (Dewi), dan membangkitkan UMKM)," jelas Guntur. Baduy adalah salah satu contoh budaya yang menjaga keseimbangan alam, manusia, spiritualnya.

Baca juga: Wagub: Bali sudah siap sambut kedatangan wisatawan mancanegara

Pemerhati Budaya, Dedi Gumelar mengungkapkan Baduy adalah merek (brand) yang dapat mengangkat pariwisata Banten, sehingga harus dikembangkan dengan tetap menjaga nilai-nilai budayanya.

Untuk menggerakkan pariwisata, kata mantan anggota Komisi X DPR RI itu pemerintah harus perbaiki infrastruktur di kawasan wisata. Selain itu sumber daya manusia (SDM) lokal harus dikembangkan sehingga memiliki kapasitas dalam pengelolaan dan pelayanan wisata.

"Seharusnya ada 17 kementerian yang terlibat dalam pengembangan pariwisata, begitu juga dinas-dinas di daerah," katanya.

Sementara pelaku usaha wisata Hasan Gaido siap menggerakkan kembali industri pariwisata Banten di tengah pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia pun mencanangkan program "Visit Baduy".

"Banyak spot bagus di sekitar kawasan Baduy yang dapat dikembangkan sehingga menarik wisatawan," katanya.

Pewarta: Subagyo
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menikmati wisata taman burung sembari mengedukasi anak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar