PON Papua

Menkes sebut pengendalian malaria selama PON dilakukan lewat fogging

Menkes sebut pengendalian malaria selama PON dilakukan lewat fogging

Personel TNI Satgas Pamtas Yonif 312/KH melakukan pengasapan rumah warga di perbatasan RI-PNG untuk mencegah penyakit malaria. ANTARA/HO-Pendam XVII/Cenderawasih/am.

Kemenkes bekerja sama dengan Dinkes Papua sudah melakukan "fogging" ke seluruh venue tempat pertandingan PON dan juga tempat tinggalnya atlet untuk memastikan bahwa bersih dari vektor dari nyamuk yang bisa menularkan malaria
Jakarta (ANTARA) - Pengendalian penyakit malaria di sejumlah daerah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua dilakukan lewat pengasapan atau "fogging", kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

"Dalam dua pekan terakhir ini Kemenkes bekerja sama dengan Dinkes Papua sudah melakukan 'fogging' ke seluruh venue tempat pertandingan PON dan juga tempat tinggalnya atlet untuk memastikan bahwa bersih dari vektor dari nyamuk yang bisa menularkan malaria," kata Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti melalui YouTube Kemenko PMK di Jakarta, Senin siang.

Sementara itu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Didik Budijanto mengatakan Provinsi Papua hingga saat ini masih berstatus sebagai endemi tinggi penyakit malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina pembawa parasit Plasmodium.

"Sebanyak 86 persen dari total kasus malaria di Indonesia disumbang dari Provinsi Papua, sisanya berasal dari Papua Barat dan Maluku," katanya.

Menurut dia Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Timika masuk dalam zona merah malaria sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi.

Khusus untuk pertandingan malam, katanya, upaya yang disepakati bersama Dinkes Papua adalah pengasapan di seluruh area hotel, wisma, penginapan atlet dan pelatih," katanya.

Kemenkes telah mengutus personel pengendali vektor untuk melakukan fogging minimal sepekan sekali di seluruh fasilitas penginapan, utamanya di bagian dinding serta lokasi yang berdekatan dengan habitat nyamuk.

Kemudian di setiap arena yang menggelar pertandingan pada pagi hingga sore, difogging minimal sepekan sekali.

"Kecuali kalau ada pertandingan malam. Maka setiap hari dua sampai tiga jam sebelum pertandingan dimulai kita fogging dulu," demikian Didik Budijanto.

Baca juga: Dinkes Papua minta malaria dipastikan aman sebelum penyelenggaraan PON

Baca juga: Dinkes Papua: Semua altet PON XX dipastikan dapat obat malaria

Baca juga: Kabupaten/kota penyelenggara PON XX diminta kontrol malaria

Baca juga: Malaria Center dukung Papua sambut PON 2020

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

WHO hentikan obat Malaria dalam uji coba COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar