Kemenkes: 4.300 relawan masih aktif dalam penanganan COVID-19

Kemenkes: 4.300 relawan masih aktif dalam penanganan COVID-19

Tangkapan layar Plt. Badan PPSDM Kemnkes dr Kirana Pritasari dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Senin (27/9/2021) (FOTO ANTARA/Prisca Triferna)

Dari Januari hingga September ini lebih dari 7.000 yang direkrut oleh Kemenkes, ini belum yang direkrut langsung oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan penurunan kasus saat ini yang sudah terjadi, yang aktif sekitar 4.300 relawan
Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Kirana Pritasari mengatakan saat ini terdapat sekitar 4.300 relawan yang terlibat dalam penanganan COVID-19 seiring dengan terjadinya tren penurunan kasus.

"Dari Januari hingga September ini lebih dari 7.000 yang direkrut oleh Kemenkes, ini belum yang direkrut langsung oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan penurunan kasus saat ini yang sudah terjadi, yang aktif sekitar 4.300 relawan," katanya dalam konferensi pers virtual yang diikuti di  Jakarta, Senin.

Kemenkes menyampaikan apresiasi atas kerja yang dilakukan para relawan tersebut menyumbangkan waktu dan tenaga untuk membantu penanganan COVID-19 dengan sempat terjadi peningkatan kasus yang besar pada Juni 2021.

Peningkatan kasus itu mengakibatkan dibutuhkannya pelayanan kesehatan dalam jumlah yang besar, khususnya di tingkat rumah sakit dengan beban yang diemban petugas kesehatan dan relawan sangatlah besar apalagi ditambah risiko paparan penyakit tersebut.

"Tanpa kehadiran mereka, sumbangsih mereka, kita akan sangat sulit melewati masa pandemi ini," katanya.

Untuk menyampaikan apresiasinya, Kirana menjelaskan bahwa pemerintah lewat Kemenkes telah menyalurkan insentif bagi tenaga kesehatan yang ikut menangani COVID-19.

Dalam periode Januari-September 2021 telah disalurkan kepada lebih dari 940.000 tenaga kesehatan yang berada di bawah tanggung jawab Kemenkes.

Ia menambahkan anggaran yang telah disalurkan adalah sekitar Rp6,4 triliun sebagai insentif tenaga kesehatan.

Selain itu juga disediakan santunan kematian sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang gugur ketika menangani COVID-19, demikian Kirana Pritasari.

Baca juga: Kemenkes: Syarat jadi relawan nakes PON tidak terlibat vaksinasi

Baca juga: 30 ribu lebih sukarelawan sudah bergabung, sebut Gugus Tugas COVID-19

Baca juga: Tangani COVID-19, Pemkab Kepulauan Tanimbar-Maluku rekrut sukarelawan

Baca juga: BNPB latih ribuan sukarelawan jadi agen perubahan perilaku

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Peran tambahan BKKBN Jateng selama penanganan pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar