PON Papua

Sepatu roda persembahkan medali pertama untuk DIY

Sepatu roda persembahkan medali pertama untuk DIY

Atlet sepatu roda DIY Hilmanafika Sagarmatha mempersembahkan medali pertama untuk kontingen DIY di PON Papua, yaitu medali perunggu dari nomor Individual Time Trial 400 meter (27/9/21) (ANTARA/HO-KONI DIY)

Hasil di nomor Individual Time Trial 400 meter ini di luar target saya di PON
Yogyakarta (ANTARA) - Cabang olahraga sepatu roda menjadi pembuka perolehan medali untuk kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta pada PON Papua berupa satu medali perunggu, yang kemudian disusul satu medali perak.

Pada perlombaan cabang olahraga sepatu roda di Klemen Tinal Roller Sport Stadium, Bumi Perkemahan Waena, Kota Jayapura, Senin, atlet putra Hilmanafika Sagarmatha mempersembahkan medali perunggu untuk DIY dari nomor Individual Time Trial 400 meter, sedangkan Aurellia Nariswari Putri Sigit yang berlaga di nomor 15 km putri meraih medali kedua, perak.

"Kami ucapkan banyak terima kasih kepada KONI DIY dan seluruh masyarakat yang sudah memberikan dukungan kepada atlet yang bertanding di PON Papua," kata pelatih sepatu roda DIY Sugeng Lasono saat dikonfirmasi dari Yogyakarta.

Baca juga: Papua dominasi perolehan medali emas cabang sepatu roda hari pertama

Ia berharap prestasi yang sudah dibukukan atlet sepatu roda akan berlanjut di pertandingan berikutnya, termasuk bisa memberikan semangat kepada seluruh atlet dari DIY yang saat ini sedang berjuang untuk memberikan hasil terbaik.

"Mudah-mudahan medali pembuka dari sepatu roda ini bisa membukakan jalan bagi cabang olahraga lain mempersembahkan medali untuk DIY," katanya.

Baca juga: Sebanyak 89 atlet sepatu roda dari 16 provinsi bersaing di PON Papua

Sementara itu, Hilmanafika mengaku sangat senang dan bersyukur bisa meraih medali perunggu dan mempersembahkan medali pertama untuk DIY.

"Hasil di nomor Individual Time Trial 400 meter ini di luar target saya di PON," katanya.

Sebelum bertanding, ia mengaku sempat mengalami kendala karena dua hari terakhir merasakan sakit di kaki bagian belakang.

"Saat turun di perlombaan, kondisinya sudah mulai membaik dan bisa meraih perunggu," katanya.

Hilmanafika akan kembali berlomba di nomor Individual Time Trial 500 meter pada Selasa (28/9) dan berharap dapat kembali memberikan hasil terbaik untuk DIY.

Sedangkan Aurellia yang tampil untuk pertama kalinya di ajang PON akan turun pada lima nomor, baik beregu maupun individu. Ia optimistis memiliki peluang meraih medali di tiap nomor yang diikuti.

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar