Pangdam Udayana: Kunci tangani COVID-19 mulai vaksinasi hingga isoter

Pangdam Udayana: Kunci tangani COVID-19 mulai vaksinasi hingga isoter

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak didampingi Danrem 163/Wira Satya, di Denpasar, Bali, Senin (27/09/2021). ANTARA/Ayu Khania Pranisitha. (ANTARA/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Yang jadi kunci dari penanganan COVID ini yaitu dengan vaksinasi, prokes, 3T dan isoter
Denpasar (ANTARA) - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengatakan kunci keberhasilan dalam penanganan pandemi COVID-19 yaitu mulai dari vaksinasi, protokol kesehatan secara ketat, 3T (tes, telusur, tindak lanjut) hingga pelaksanaan isolasi terpusat (isoter).
 
"Yang jadi kunci dari penanganan COVID ini yaitu dengan vaksinasi, prokes, 3T dan isoter. Di mana lagi ada penanganan pakai mobil pribadi untuk dinas tengah malam, ya itu TNI," kata Maruli Simanjuntak saat ditemui di Denpasar, Bali, Senin.
 
Ia mengatakan penanganan ini tidak terlepas dari pengamanan berbasis desa adat dan instansi-instansi terkait lainnya dalam mengawal penanganan COVID-19.

Baca juga: Pangdam IX/Udayana minta kapasitas pelacakan COVID-19 ditingkatkan
 
Dengan adanya upaya-upaya ini, kata Pangdam, menjadi salah satu faktor kasus COVID-19 dapat ditekan. "Jadi untuk selanjutnya tetap konsisten melaksanakan empat hal itu supaya kasus tidak meledak lagi dan isoter di Bali juga jadi percontohan dengan persiapannya secara maksimal," katanya.
 
Selain itu, proses isolasi terpusat ini juga jadi tugas besar bagi aparat teritorial yang berwenang, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Baca juga: Kasus COVID-19 melandai, Luhut ingatkan agar tak berpuas diri
 
Dalam hal ini, khusus Babinsa dalam melakukan tracing (telusur) masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19 sebagai bagian komponen utama. Selain itu, tetap mempertimbangkan kondisi kewilayahan, sosial, budaya, hingga dukungan logisitik.
 
Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, menambahkan bahwa vaksinasi menjadi pendukung percepatan penanganan COVID-19 di Provinsi Bali.
 
"Kami mendukung program pemerintah dalam menyukseskan pelaksanaan vaksinasi dan rencananya tahun depan (2022) harus sudah selesai pelaksanaannya, meskipun jumlah vaksin yang diterima bertahap," kata Danrem.

Baca juga: UNUD-Bali bakal terapkan sistem perkuliahan secara hybrid
 
Danrem mengatakan seluruh pihak sudah berusaha melaksanakan program vaksinasi tersebut dengan sebaik-baiknya dan Bali selalu yang terdepan dalam melaksanakan vaksinasi.
 
Selain itu, Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Diana Sukertia, mengatakan walau kasus terkonfirmasi COVID-19 sudah melandai dan dengan harapan menurun terus, tidak boleh mengabaikan atau santai karena pastinya COVID-19 tetap mengintai.
 
Personel Kodim sebagai tracer masih terus mengintensifkan tugas pelacakan atau tracing kepada warga yang terpapar karena kontak erat dan kelanjutannya akan mengarahkan warga untuk melakukan isoter menggeser dari isolasi mandiri (isoman) sehingga akan mengurangi risiko penularan ke orang lain.

Baca juga: Badung akselerasi vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas

Baca juga: Penerima vaksin lengkap awal pekan capai 48,92 juta warga Indonesia
 
 

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

1.066 orang sembuh dari COVID-19 pada 23 Oktober

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar