PON Papua

Lampung berharap medali pertama dari muaythai

Lampung berharap medali pertama dari muaythai

Atlet muaythai Lampung tengah melakukan latihan (ANTARA/HO)

Papua (ANTARA) - Kontingen Lampung mengharapkan cabang olahraga muaythai dapat menyumbang medali pertama bagi Sai Bumi Ruwa Jurai pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Muaythai telah menggelar pertandingan di GOR STT Gidi, Sentani Kabupaten Jayapura Papua, Senin, untuk nomor seni wai kru.

"Harapan Lampung meraih medali pertama di PON XX/2021 Papua dari cabang olahraga muaythai masih terbuka, mengingat Lampung akan turun di nomor tarung," kata pelatih muaythai Lampung Khairil Anas di Sentani Jayapura, Senin.

Setelah atlet harapan  Agus Dwi Cahyo di nomor wai kru gagal mengulang prestasinya pada Pelan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera yang berlangsung di Bengkulu 2019 lalu, harapan Lampung kini tinggal bertumpu kepada Mitra Edisyah Putra W turun di kelas 54 kg.

Mitra akan bersaing dengan atlet-atlet nasional dan daerah yang berasal dari delapan provinsi termasuk tuan rumah Papua.

Khairil Anas mengatakan bahwa kelas wai kru memang rawan dan subyektif, sehingga sulit sekali memprediksi nilai.

"Ya ini sangat subyektif. Banyak faktor yang ikut menentukan pemenangnya di sini. Maka dari itu, saya sampaikan kepada Agus bahwa ini memang belum rezeki. Tak perlu disesali, karena kita sudah bekerja keras,” ujar Charles, panggilan akrab Khairil Anas.

Ia meminta atlet Lampung bertarung habis-habisan dan fokus menghadapi lawan mengingat petarung lain banyak yang atlet nasional.

"Yang penting setiap partai all-out. Jadi tidak usah mikirin medali, mikirin menang saja dan fokus. Karena ini laga yang juga rawan. Kalau menang angka itu masih sangat subyektif. Kalau menangnya KO, itu kemenangan yang pasti," tambah Charles.

Baca juga: Bisbol Lampung pastikan ke semifinal usai tekuk Jabar 15-5
Baca juga: Softball Lampung berpeluang ke final usai bekuk Papua 8-0
Baca juga: Kontingen Lampung tiba di Jayapura disambut hangat panitia PON Papua


Pewarta: Agus Wira Sukarta
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar