Pekan Mode Paris kembali dihelat secara langsung setelah jeda pandemi

Pekan Mode Paris kembali dihelat secara langsung setelah jeda pandemi

Seorang model membawakan kreasi desainer Victor Weinsanto dalam koleksi pakaian wanita siap pakai Spring/Summer 2022 untuk brand Weinsanto, di Pekan Mode Paris di Paris, Prancis (27/9/2021) REUTERS/Stephane Mahe TPX IMAGES OF THE DAY (REUTERS/STEPHANE MAHE)

Jakarta (ANTARA) - Pekan Mode Paris (Paris Fashion Week) kembali digelar mulai Senin (27/9) waktu setempat dengan pertunjukan secara tatap muka di atas panggung peragaan busana setelah jeda pandemi yang panjang.

Merek mode ternama seperti Dior, Chanel, Hermes, dan Louis Vuitton turut memandu acara mode terbesar tahun ini yang berlangsung hingga 5 Oktober.

“Kami sangat gembira atas kembalinya mereka dan kehadiran merek-merek besar lainnya. Kami merasakan hasrat besar untuk acara yang diadakan langsung secara fisik,” kata kepala Federasi Prancis untuk Haute Couture and Fashion, Pascal Morand, kepada AFP dikutip Selasa.

Pertunjukan secara langsung mengikuti gelaran serupa di pekan mode London, Milan, dan New York tahun ini, setelah sebagian besar dunia desainer beralih ke virtual tahun lalu karena COVID-19.

Namun sebagai pengingat bahwa pandemi belum berakhir, masker wajah akan menjadi wajib diterapkan untuk semua sesi acara pekan mode selama satu minggu ini di Paris.

Meski acara diselenggarakan secara tatap muka, mayoritas dari 97 rumah mode yang terdaftar untuk Pekan Mode Paris atau sekitar dua pertiganya tetap berpegang pada presentasi daring untuk koleksi busana perempuan musim semi-musim panas 2022 mereka. Sisanya ingin kembali ke panggung peragaan busana.

Merek mode Givenchy akan mengadakan presentasi catwalk pertama di bawah arahan direktur artistik baru Matthew Williams yang telah membawa elemen street style ke merek Prancis yang bersejarah.

Desainer Kenneth Ize dari Nigeria dan supermodel Naomi Campbell membuka pertunjukan pada Senin di Palais de Tokyo.

Di antara deretan rumah mode lain yang patut disoroti adalah Balenciaga, yang baru-baru ini membuat heboh publik dengan mengeluarkan busana serba hitam yang menutupi seluruh bagian tubuh Kim Kardashian saat tampil di Met Gala, New York.

Saint Laurent juga kembali ke panggung peragaan busana setelah pada awal pandemi melanda mereka menjadi label besar pertama yang memutuskan keluar dari agenda Pekan Mode Paris.

Di antara label besar yang masih absen adalah Celine. Direktur artistik Celine, Hedi Slimane, berpendapat bahwa agenda konvensional pekan mode sudah “usang” di era media sosial.

Merek desainer bintang AS Virgil Abloh, Off-White, juga tidak muncul selama beberapa musim. Sementara label mewah utama dalam grup LVMH Prancis, Stella McCartney, juga tidak muncul minggu ini, meskipun mereka belum memberikan alasan.

Perhelatan Pekan Mode Paris akan ditutup dengan sesi penghormatan kepada desainer Israel-Amerika Alber Elbaz yang meninggal pada April karena komplikasi setelah terinfeksi COVID-19.

Pekan Mode tahun lalu sebagian besar diadakan secara virtual meskipun beberapa rumah mode, seperti Dior dan Chanel, tetap mengadakan pertunjukan secara langsung dengan pembatasan dan penjagaan jarak selama jeda musim gugur pada saat pandemi.


 

Penerjemah: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mengasah mental anak lewat lomba peragaan busana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar