Teten Masduki: Smesco siapkan hub ekspor UMKM Indonesia timur di Bali

Teten Masduki: Smesco siapkan hub ekspor UMKM Indonesia timur di Bali

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. ANTARA/HO-KemenkopUKM/pri.

Di Bali, Smesco sedang menyiapkan hub ekspor untuk produk-produk UMKM dari Indonesia timur.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengungkapkan Smesco Indonesia sedang menyiapkan hub ekspor untuk produk-produk UMKM dari Indonesia timur di Bali.

"Di Bali, Smesco sedang menyiapkan hub ekspor untuk produk-produk UMKM dari Indonesia timur," ujar Teten Masduki dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Menurut Menkop UKM, saat ini permintaan dunia sedang besar terkait produk-produk herbal seperti minyak atsiri dan produk-produk berbasis kelautan. Hal ini bisa menjadi semacam showcase bagaimana model UMKM go global.

"Sekarang bahkan UMKM yang tidak memiliki izin ekspor pun bisa melakukan ekspor secara ritel, mengingat kita sudah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan jasa pengiriman sehingga bisa tetap efisien," ujar Teten.

Baca juga: Menkop Teten: Pemerintah berupaya percepat pemulihan UMKM

Dia menambahkan bahwa Kemenkop UKM akan memanfaatkan event-event penting yang akan datang seperti MotoGP, G20 di Indonesia untuk mempromosikan UMKM Indonesia.

Menkop UKM mengatakan bahwa hal tersebut menjadi bagian dari strategi besar Kemenkop UKM untuk mendorong produk UMKM go global.

"Salah satunya kami memanfaatkan event-event penting seperti MotoGP bersama kementerian-kementerian lainnya untuk UMKM yang bisa kita ekspos dan promosikan lewan event-event tersebut," kata Teten Masduki.

Baca juga: Menkop harap Smesco Papua Event dorong digitalisasi UMKM Papua

Sebelumnya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan bahwa permintaan ekspor terhadap produk UMKM sangat tinggi di tengah pandemi COVID-19.

Hanya saja berbagai kendala mulai dari kapasitas produksi hingga ketersediaan kontainer masih menjadi persoalan. Kelangkaan kontainer dinyatakan masih menghantui permasalahan logistik saat ini, khususnya di perdagangan ekspor impor.

Jika bisa diusahakan, lanjut Teten, perlu ada tambahan biaya pengiriman yang cukup mahal. Kondisi ini disebut tak hanya dihadapi oleh pengusaha besar, tetapi juga UMKM yang berorientasi ekspor.

Terkait biaya pengiriman tersebut, Menkop UKM menerangkan bahwa hal itu masih dibicarakan dan dirumuskan oleh Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lintas kementerian, sehingga belum ada skema yang tepat.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkop UKM tingkatkan porsi kredit UMKM jadi 30 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar