OJK adakan bulan inklusi keuangan pada Oktober 2021

OJK adakan bulan inklusi keuangan pada Oktober 2021

Tangkapan layar Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara dalam media briefing daring di Jakarta, Selasa (28/9/2021). ANTARA/Sanya Dinda.

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan akan kembali melaksanakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) pada Oktober 2021 untuk mempercepat pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen di 2024.

 

Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara menyatakan bahwa BIK telah menjadi agenda yang dilaksanakan setiap tahun sejak 2016.

 

“BIK 2021 bertujuan mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diinisiasi oleh pemerintah untuk meminimalisir dampak pandemi COVID-19,” kata Tirta dalam media briefing secara daring yang dipantau di Jakarta, Selasa.

 

Di samping itu, BIK 2021 juga dilaksanakan untuk mendorong pembukaan rekening, penggunaan produk keuangan, dan penyaluran kredit.

 

Pelaksanaan BIK 2021 diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap budaya menabung, mempermudah program-program literasi dan inklusi keuangan diakses publik, dan menggencarkan perlindungan konsumen keuangan.

 

Dalam BIK 2021, OJK akan meminta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk membuat program khusus bagi produk atau layanan keuangan yang mereka tawarkan, seperti pemberian discount, cashback, point, bonus, dan reward.

 

Selanjutnya, OJK akan mengadakan business matching untuk memfasilitasi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan kredit atau pembiayaan dari berbagai LJK.

 

OJK juga menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan dan kampanye literasi keuangan baik melalui webinar maupun secara langsung, bergantung kondisi penyebaran COVID-19 di lokasi pelaksanaan kedua acara tersebut.

 

Di samping itu, OJK berencana melaksanakan pameran virtual FinExpo mulai 18 Oktober sampai 2 November 2021 yang dapat diakses melalui www.finexpo-bik2021.id

 

"Pameran ini akan melibatkan kementerian dan lembaga pemerintahan serta LJK perbankan, pasar modal, pegadaian, perasuransian, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, fintech peer to peer lending, dan e-commerce," kata Tirta.

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Toraja Highland Festival 2021 ditargetkan pulihkan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar