LPEI siap bantu tingkatkan kapasitas UMKM di Indonesia timur

LPEI siap bantu tingkatkan kapasitas UMKM di Indonesia timur

Kegiatan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank di Sulut. ANTARA/HO-LPEI

Program CPNE dari LPEI sangat membantu UKM kita, oleh karena itu, kami mendorong para UKM untuk memanfaatkan program ini dengan baik
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan siap membantu peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khususnya di Indonesia bagian timur.

Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas mengatakan Provinsi Sulawesi Utara merupakan provinsi yang berpotensi sebagai pintu gerbang bagi UMKM berorientasi ekspor di wilayah Indonesia timur.

"Berdasarkan potensi ekspornya, kami akan mendorong potensi UMKM Sulawesi Utara, sehingga ekspornya bisa terus meningkat. Dalam menjalankan hal tersebut, kami berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan dukungan bantuan pada UMKM terdampak COVID-19 terutama UMKM yang berorientasi ekspor dan membantu pemerintah dalam mendukung pemulihan sektor ekonomi," ujar James dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

James menambahkan LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan pada umumnya, karena sesuai dengan mandat yang diberikan, LPEI dapat memberikan pembiayaan, penjaminan, asuransi dan juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara beriringan.

Peran tersebut diberikan kepada LPEI agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Ia menjelaskan, untuk UMKM yang telah melakukan ekspor, dimungkinkan mendapatkan pembiayaan dari LPEI. Sementara bagi UMKM yang belum ekspor, tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan pemangku kepentingan seperti Kementerian Perdagangan (Kemendag), Ditjen Kekayaan Negara dan Bea Cukai untuk membantu para pelaku UMKM melalui berbagai program.

"Salah satunya adalah program CPNE atau Coaching Program for New Exporters, sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik, dan memperkuat relasi," kata James.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Praseno Hadi mewakili Gubernur Sulawesi Utara memberikan dukungan atas inisiatif yang dilakukan LPEI.

"Program CPNE dari LPEI sangat membantu UKM kita, oleh karena itu, kami mendorong para UKM untuk memanfaatkan program ini dengan baik. Saya mewakili Pemerintah Provinsi dan Gubernur Sulawesi Utara mengapresiasi LPEI yang telah berinisiatif untuk melatih UKM di wilayah Sulut untuk bisa ekspor," ujarnya.

LPEI menggelar Talkshow Ekspor Nasional yang merupakan rangkaian dari pelatihan program CPNE Jasa Konsultasi yang diselenggarakan oleh LPEI selama dua hari (28-29 September 2021) dan diikuti oleh 50 orang pelaku UMKM di Sulawesi Utara dengan mayoritas bergerak di bidang industri makanan dan minuman.

CPNE merupakan salah satu program pelatihan ekspor jasa konsultasi LPEI yang bertujuan untuk menciptakan eksportir baru yang diselenggarakan secara berkala. Program tersebut dimulai sejak 2015 dan sudah melatih hampir 1.000 pelaku UMKM di Indonesia serta telah menghasilkan 70 eksportir baru.

Pada tahun ini, LPEI telah melakukan pelatihan ekspor untuk beberapa pelaku UMKM berorientasi ekspor di beberapa daerah Solo, Bali, Medan, Kendal, Demak, Bandung dan kali ini di Manado dan sekitarnya.

Baca juga: LPEI danai Rp50 Miliar ke PT Sarinah dukung UMKM Go Global
Baca juga: Desa Devisa binaan LPEI akan ekspor kopi perdana ke Arab Saudi besok
Baca juga: LPEI jamin kredit modal kerja yang disalurkan perbankan Rp2,25 triliun

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DPRD & KPPI Banten dorong potensi kewirausahaan perempuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar