Lepas ekspor, Kementan: Tanaman Stevia bakal jadi komoditas masa depan

Lepas ekspor, Kementan: Tanaman Stevia bakal jadi komoditas masa depan

Pelepasan ekspor perdana tanaman Stevia ke Korea Selatan dari tempat budidaya di Desa Tountimomor, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. ANTARA/Karel A Polakitan (1)

Stevia ini menurut analisa kami menjadi komoditas masa depan. Pertama memang kaitannya dengan pandemi. Sektor pertanian menjadi bantalan dalam pandemi
Manado (ANTARA) - Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Junaedi mengatakan tanaman Stevia akan menjadi komoditas potensial di masa depan.

"Stevia ini menurut analisa kami menjadi komoditas masa depan. Pertama memang kaitannya dengan pandemi. Sektor pertanian menjadi bantalan dalam pandemi," ujar Dedi saat pelepasan ekspor perdana Stevia di Desa Tountimomor, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa.

Karena itu, menurut dia, hampir semua komoditas pertanian Sulut, ekspornya tumbuh positif, dan sekarang bertambah lagi ragamnya setelah Stevia menjadi komoditas ekspor.

"Kenaikanmnya cukup signifikan (Stevia), karena dari tidak ada menjadi ada, naiknya tidak berhingga kalau dihitung secara matematika dari nol menjadi langsung ekspor," ujarnya.

Tanaman Stevia merupakan bahan pemanis pengganti gula tebu yang diklaim lebih sehat karena memiliki kalori yang rendah dan telah lama dikenal di negara – negara maju seperti Korea dan Jepang.

Baca juga: Dua ton stevia diekspor perdana ke Korea Selatan

Pasar tanaman Stevia di luar negeri sangat tinggi karena diproduksi sebagai pemanis pengganti gula tebu untuk produk makanan, minuman, dan kosmetik.

"Terima kasih atas sinergitas pemerintah pusat, provinsi, kabupaten pelaku bisnis dan para petani sehingga acara ini (ekspor perdana Stevia) bisa berlangsung sukses," ujarnya.

Terkait gula, menurut dia, harus diingat lagi soal sejarahnya, karena zaman Belanda, Indonesia menjadi pengekspor gula tebu terbesar di dunia.

"Akan tetapi sekarang ini, menjadi negara pengimpor gula tebu terbesar, kalau tidak nomor satu, nomor dua, gantian dengan RRC," katanya.

Dia menambahkan misi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo adalah bagaimana membangun pertanian maju, mandiri, dan modern, termasuk di dalamnya mendorong Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

"Gratieks Stevia sudah tercapai, Stevia kami di Ditjenbun termasuk komoditas pengembangan, sudah melebihi target Pak Menteri," katanya.

Baca juga: Karantina Pertanian: Ekspor Stevia tambah ragam komoditas baru

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementan dorong Temanggung jadi wilayah super prioritas pertanian

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar