PLN dukung pengembangan wisata dengan sistem kelistrikan prima

PLN dukung pengembangan wisata dengan sistem kelistrikan prima

Ilustrasi - Petugas PLN memasang jaringan kelistrikan guna mendukung pasokan energi untuk destinasi super prioritas Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-PLN/am.

Komitmen kami mendukung pengembangan pariwisata tanah air itu didukung dengan sistem kelistrikan yang prima. Cadangan kelistrikan hampir di seluruh sistem mencapai lebih dari 40 persen
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata di Indonesia.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan kerja sama itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding PLN dan Kemenparekraf tentang penyediaan pasokan tenaga listrik untuk mendukung pengembangan destinasi pariwisata.

"Komitmen kami mendukung pengembangan pariwisata tanah air itu didukung dengan sistem kelistrikan yang prima. Cadangan kelistrikan hampir di seluruh sistem mencapai lebih dari 40 persen," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Zulkifli mengatakan target cadangan kelistrikan di masa depan bisa mencapai 50 persen. Terlebih, sekarang sedang proses konstruksi pembangkit-pembangkit program 35.000 megawatt.

Dia menegaskan bahwa PLN siap mendukung dan optimistis dalam menyediakan kebutuhan listrik untuk untuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dengan perkiraan tambahan jumlah kebutuhan listrik sebesar 344 megawatt.

“Kami juga berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjamin kemudahan akan penyediaan listrik yang andal dan berkualitas dengan tarif kompetitif, serta bisa mendapatkan opsi pemenuhan energi terbarukan melalui renewable energy certificate (REC),” ucap Zulkifli.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu mengapresiasi kolaborasi dengan PLN yang akan mendukung kelistrikan bagi 10 detinasi wisata prioritas dan lima destinasi wisata super prioritas.

Menurutnya, kerja sama itu juga untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden No.18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, antara lain terdapat 10 destinasi pariwisata prioritas, delapan destinasi pariwisata pengembangan, dan satu revitalisasi destinasi pariwisata.

Perjanjian itu merupakan perpanjangan dari kerja sama yang sudah ditandatangani sebelumnya dan akan berakhir pada 27 Oktober 2020.

Selain mendukung pemenuhan pasokan listrik yang cukup, PLN juga mendukung pengembangan lima destinasi prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Total nilai bantuan sepanjang tahun 2020 hingga 2021 mencapai Rp4,3 miliar yang diwujudkan melalui kegiatan pengembangan desa wisata, pengembangan Rumah BUMN, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Baca juga: PLN jamin keandalan pasokan listrik di Labuan Bajo
Baca juga: Kemenparekraf dukung pengoperasian kendaraan listrik di kawasan wisata

Baca juga: Menko Luhut: Pembangunan infrastruktur Bali tetap jalan meski pandemi
 

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Sore

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar