Jakpro targetkan pra konstruksi pengelolaan sampah ITF akhir 2021

Jakpro targetkan pra konstruksi pengelolaan sampah  ITF akhir 2021

Kumpulan truk dan gerobak sampah di tepi Jalan Sunter Agung Barat yang jadi lokasi pemindahan sampah dari gerobak sampah ke truk sampah selama berlangsungnya pembangunan ITF Sunter. ANTARA/Fianda Rassat/am

mampu mengolah sampah 2.200 ton per hari dan dapat mengurangi 30 persen sampah Jakarta yang setiap harinya dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang
Jakarta (ANTARA) - BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo melalui anak usahanya PT Jakarta Solusi Lestari (JSL) menargetkan pelaksanaan pra konstruksi fasilitas pengelolaan sampah antara atau intermediate treatment facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara pada akhir 2021.

“Jakpro dan PT JSL akan segera memulai pekerjaan pra konstruksi pada akhir tahun ini,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT JSL Aditya Bakti Laksana di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kepala Dinas LH DKI sebut anggaran pembangunan FPSA Sunter cukup

Aditya yang juga Direktur Proyek ITF ini menambahkan ITF akan didukung teknologi teruji, modern, dan ramah lingkungan.

Teknologi teruji dan modern itu, lanjut dia, telah banyak digunakan di negara-negara maju di dunia yang didesain mampu memusnahkan dan mereduksi volume sampah 80 hingga 90 persen dengan standar emisi Euro 5 dan menghasilkan energi listrik 35 MW per jam.

Dia menjelaskan ITF Sunter mampu mengolah sampah 2.200 ton per hari dan dapat mengurangi 30 persen sampah Jakarta yang setiap harinya dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Adapun timbunan sampah DKI Jakarta saat ini mencapai sekitar 7.800 ton per hari dan semua sampah dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Oleh karena itu, pembangunan ITF Sunter menjadi solusi untuk mengurangi beban sampah TPST Bantar Gebang.

Baca juga: Jakpro: Proyek ITF bukan sekedar investasi tapi tugas negara

“Itu sebabnya ITF Sunter menjadi salah satu solusi dan prioritas bagi DKI Jakarta untuk mampu menyelesaikan permasalahan sampah di Ibu Kota,” katanya.

ITF Sunter merupakan mandat Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro melalui Pergub 33 Tahun 2018 tentang Penugasan Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara di Dalam Kota (ITF).

Baca juga: Proyek ITF Sunter batal dapat pinjaman karena mundurnya mitra asing

Ia menyebut proyek ITF Sunter bakal menjadi pengolahan sampah terbesar di Indonesia yang menghasilkan tenaga listrik dengan teknologi pengolahan sampah yang teruji, modern dan ramah lingkungan.

Di sisi lain, Jakpro juga mengajak warga Jakarta untuk turut berkolaborasi dan berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Jakarta, dimulai dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dan memilah sampah sejak dari rumah.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KLHK ajak masyarakat memilah sampah dari rumah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar