Minyak menguat ke dekat level tertinggi 3 tahun jelang pertemuan OPEC+

Minyak menguat ke dekat level tertinggi 3 tahun jelang pertemuan OPEC+

Arsip Foto - Sebuah tangki minyak terlihat di dalam Perusahaan Minyak dan Gas Pelabuhan Ras Lanuf di Ras Lanuf, Libya, Selasa (10/7/2018). ANTARA/REUTERS/Esam Omran Al-Fetori/am.

New York (ANTARA) - Minyak menguat menetap di atas 78 dolar AS per barel pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), hanya sedikit di bawah level tertinggi tiga tahun yang dicapai awal pekan ini, di tengah ekspektasi bahwa para menteri OPEC akan mempertahankan kecepatan yang stabil dalam meningkatkan pasokan mereka.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 97 sen atau 1,2 persen, menjadi menetap di 79,28 dolar AS per barel dalam kenaikan mingguan keempat. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 85 sen menjadi ditutup di 75,88 dolar AS per barel dalam kenaikan minggu keenam.

Untuk minggu ini, kontrak acuan minyak mentah AS melonjak 2,6 persen, sementara minyak mentah Brent terangkat 2,7 persen, berdasarkan kontrak bulan depan. Brent telah meningkat lebih dari 50 persen tahun ini dan mencapai tertinggi tiga tahun di 80,75 dolar AS pada Selasa (28/9/2021).

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan bertemu pada Senin (4/10/2021). Kelompok ini perlahan-lahan memotong rekor pengurangan produksi yang dibuat tahun lalu, meskipun sumber mengatakan sedang mempertimbangkan untuk berbuat lebih banyak untuk meningkatkan produksi.

OPEC+ menghadapi tekanan dari konsumen seperti Amerika Serikat dan India untuk memproduksi lebih banyak guna membantu menurunkan harga karena permintaan telah pulih lebih cepat dari yang diperkirakan di beberapa bagian dunia.

"Jika OPEC+ tetap pada skenario dan hanya memberikan peningkatan 400.000 barel per hari yang direncanakan pada November, pasar energi akan segera melihat harga minyak 90 dolar AS," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, menambahkan bahwa setiap kenaikan yang lebih kecil dari 600.000 barel akan meningkatkan harga.

Minyak juga mendapat dukungan karena lonjakan harga gas alam secara global mendorong produsen listrik untuk menjauh dari gas. Generator-generator di Pakistan, Bangladesh dan Timur Tengah telah mulai mengganti bahan bakar.

"Alasan yang paling mungkin untuk harga minyak yang stabil adalah bahwa investor percaya kesenjangan pasokan-permintaan akan melebar karena krisis listrik memburuk," kata Naeem Aslam, analis di Avatrade.

Perusahaan-perusahaan energi AS minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam untuk minggu keempat berturut-turut karena lebih banyak unit lepas pantai yang dilanda badai kembali beroperasi di Teluk Meksiko.

Jumlah rig naik 7 menjadi 528 rig dalam seminggu hingga 1 Oktober, tertinggi sejak April 2020, perusahaan jasa energi Baker Hughes Co mengatakan dalam laporannya pada Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Emas naik moderat ditopang pelemahan dolar dan kekhawatiran inflasi
Baca juga: IHSG akhir pekan ditutup melemah dipicu aksi ambil untung
Baca juga: Rupiah menguat seiring kekhawatiran lambatnya pemulihan ekonomi

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Antisipasi gejolak harga, Disdag Kalsel gelar operasi pasar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar