Pedagang dalgona kecipratan rezeki berkat kepopuleran "Squid Game"

Pedagang dalgona kecipratan rezeki berkat kepopuleran "Squid Game"

Permen dalgona dari serial Netflix "Squid Game" di toko dalgona, Seoul, Korea Selatan, Jumat (1/10/2021). ANTARA/REUTERS/Heo Ran/am.

Jakarta (ANTARA) - Kepopuleran serial "Squid Game" membuat pedagang permen gulali dalgona di Korea Selatan kecipratan rezeki karena jajanan lawas itu muncul di serial tersebut.

Serial itu jadi viral karena menampilkan permainan anak-anak namun dengan konsekuensi mematikan. Salah satu tantangan yang harus dilakukan kontestan di permainan tersebut adalah memotong permen dalgona sesuai dengan cetakannya secara sempurna. Bila ada yang retak, kontestan harus berhadapan dengan penembak bertopeng.

Dikutip dari Reuters, dalgona biasanya dijual dengan bentuk bervariasi, tapi dalam "Squid Game" dalgona dibuat dalam bentuk segitiga, lingkaran, bintang dan payung. Satu buah permen dalgona diharga 2.000 won (sekitar Rp24.000), tapi ada bonus untuk orang yang bisa mengeluarkan permen ini dari cetakan tanpa cela.

Baca juga: Ted Sarandos sebut "Squid Game" konten orisinal Netflix tersukses

Baca juga: Huh Kyung-young tawar 100 juta won demi nomor telepon Squid Game


An Yong-hui (37) sudah berbisnis dalgona sejak delapan tahun lalu di distrik universitas di Seoul. Dia dan rekan kerjanya memakai 15 kg gula untuk membuat 700 buah dalgona yang dipakai untuk episode ketiga "Squid Game" yang syuting pada Juni 2020.

Ketika popularitas serial yang tayang bulan lalu meroket, An tidak bisa pulang selama sepekan karena harus melayani penggemar "Squid Game" yang antre di luar dapur pinggir jalan miliknya.

Sebelum "Squid Game" tayang, rata-rata permen dalgona yang dijual kurang dari 200 buah. Kini, dia berhasil menjual lebih dari 500 permen dalgona per hari.

"Kami berpikir harus menaruh senapan juga di sini," An tertawa, merujuk kepada hukuman yang mengintai kontestan "Squid Game" yang kalah dalam permainan.

Untuk warga Korea Selatan, penjual dalgona biasanya bisa ditemui di depan sekolah hingga awal 2000-an, tapi tren itu lama kelamaan menghilang.

Seorang mahasiswa baru di Seoul, Lee You-hee, mengungkapkan dia sering mendengar tantangan dalgona dari ayah dan neneknya.

"Ini pertama kali saya mencoba dan saya kaget sekali karena permennya mudah retak!" katanya setelah gagal melakukan tantangan di kedai An.

Seiring viralnya serial tersebut, penonton mancanegara mengunggah video mereka membuat dalgona dan berusaha menyelesaikan tantangan seperti di "Squid Game" lewat media sosial seperti Tik Tok.

Tren ini juga dilirik oleh lokapasar seperti Amazon dan eBay yang mulai menjual alat membuat dalgona.

Baca juga: Lima pembeda "Squid Game" dengan tontonan "survival" lain

Baca juga: Lee Jung-jae ungkap alasan ambil peran Gi-hun di "Squid Game"

Baca juga: Sutradara sebut unsur satire "Squid Game" dorong popularitas global

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar