PON Papua

Dinkes Mimika sosialisasikan pencegahan malaria pada peliput PON Papua

Dinkes Mimika sosialisasikan pencegahan malaria pada peliput PON Papua

Jurnalis peliput PON menjalani tes malaria di Mimika, Sabtu (2/10/2021). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Mimika (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyosialisasikan langkah pencegahan dan kewaspadaan terhadap penyakit malaria kepada kalangan jurnalis peliput Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Mimika, Sabtu.

Petugas Dinkes Mimika mendatangi penginapan jurnalis LKBN ANTARA yang bertugas meliput PON Papua di Mimika untuk melakukan penyuluhan.

Imelda Krisanta selaku petugas penanganan Malaria Dinkes Mimika menjelaskan seluk beluk penyakit malaria, gejala, cara pencegahan, hingga penanganannya.

Sosialisasi atau penyuluhan itu dilakukan, mengingat Mimika termasuk daerah endemis penyakit yang ditularkan lewat nyamuk Anopheles itu.

"Gejala-gejala umum malaria, di antaranya demam, sakit kepala, muntah-muntah, diare. Namun, makin ke sini makin tidak bergejala," katanya.

Karena itu, kata dia, biasanya langsung dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium untuk memastikannya.

Bahkan, pada kesempatan itu juga dilakukan pemeriksaan darah yang hasilnya menyatakan seluruh jurnalis negatif malaria.

Baca juga: Menko PMK: Malaria penyakit yang juga perlu diwaspadai saat PON
Baca juga: Menkes sebut pengendalian malaria selama PON dilakukan lewat fogging


Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra menjelaskan sudah satu tahun terakhir melakukan kegiatan pencegahan, seperti survei jentik, mass blood survei (MBS), hingga pemantauan ke tempat akomodasi kontingen PON.

Menurut dia, seluruh kontingen PON juga sudah mendapatkan sosialisasi, tes malaria, sampai pemantauan hingga tiga bulan setelah pulang ke daerahnya masing-masing.

"Kami kan dapatnya data kontingen PON. Jadi, seluruh kontingen PON sudah (disosialisasi). Tetapi, kalau di luar kontingen melapor, misalnya wartawan peliput, kami siap melayani," kata Reynold.

Sementara itu, salah satu jurnalis LKBN ANTARA Fathur Rochman mengaku semakin memahami malaria melalui penyuluhan tersebut, termasuk langkah-langkah pencegahannya.

"Dengan adanya sosialisasi ini saya bisa mengantisipasi penularan malaria serta mengetahui langkah-langkah penanganan apabila terkena penyakit tersebut," ujarnya.

PON Papua akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga yang dibagi pelaksanaannya di empat daerah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Meski baru dibuka secara resmi pada Sabtu malam, ada beberapa cabang olahraga yang sudah memulai pertandingan dan perebutan medali.

Baca juga: Membentengi PON dari malaria
Baca juga: Waspadai nyamuk "dugem" di PON Papua
Baca juga: Satgas pastikan prokes berjalan ketat di arena PON XX di Mimika

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar