Strategi berbisinis kuliner di masa pandemi

Strategi berbisinis kuliner di masa pandemi

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Anda yang ingin bertahan menggeluti bisnis kuliner di masa pandemi COVID-19 saat ini disarankan melakukan sejumlah adaptasi demi keberlangsungan usaha salah satunya tidak hanya mengandalkan transaksi harian dari dine-in.

Kalaupun sudah menggunakan pemesanan online, Anda juga sebaiknya tak hanya mengoptimalkan pemesanan eksklusif melalui WhatsApp atau media sosial. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Berikut beberapa tipsnya yang dirangkum penyedia layanan loyalitas pelanggan tim OttoPoint"

1. Maksimalkan platform dan media online

Peningkatan tren pemesanan online, mau tidak mau mempengaruhi penyesuaian strategi penjualan dan promosi yang berbeda dari beberapa tahun silam. Pertama, Anda bisa secara perlahan mengembangkan frozen food, karena biayanya lebih efisien, makanan lebih tahan lama dan dapat dijual lebih luas melalui e-commerce.

Kedua, Anda sebaiknya mulai secara kreatif membuat konten promosi melalui media sosial seperti instagram, tiktok, facebook dan lainnya. Pada riset yang dirangkum oleh We Are Social, menunjukkan dari 274,9 juta penduduk di Indonesia, sekitar 170 juta orang adalah pengguna aktif media sosial.

2. Mulai terapkan strategi marketing yang efektif dari sekarang

Pandemi bisa menjadi waktu yang cocok untuk memikirkan kembali strategi marketing yang efektif dan berkelanjutan. Salah satu program bisa menjadi dipertimbangkan adalah stamp digital.

CEO OttoPoint, James Hamdani mengatakan program ini diciptakan untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih berkesan bagi pelanggan.

"Jadi, mereka akan termotivasi datang kembali untuk bertransaksi dan mengumpulkan stamp digital, demi mendapatkan reward yang mereka sukai," kata dia dalam siaran pers, Senin.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan berupa implementasi program marketing yang fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan.

Hal lainnya yakni Anda juga bisa mengumpulkan database pelanggan yang nantinya berguna untuk mengenal perilaku transaksi maupun preferensi mereka terhadap produk tertentu.

3. Gunakan database untuk strategi marketing terfokus

Terkumpulnya database pelanggan bisa berdampak positif untuk membuat strategi marketing yang efisien dan tepat sasaran. Kinerja marketing akhirnya bisa diukur dengan lebih efektif serta mencapai hasil yang lebih maksimal.

Pelanggan pun lebih nyaman, karena mereka mendapatkan konten marketing yang sesuai dengan kebiasaan dan pilihan personalnya sehingga tidak lagi merasa terganggu dengan konten atau iklan yang tidak relevan. Harapan akhirnya, mereka tertarik untuk bertransaksi kembali.

Baca juga: Bisnis kuliner berkontribusi besar saat pandemi

Baca juga: Pelaku kuliner diajak tetap optimistis di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Cara jalankan bisnis kuliner saat pandemi menurut chef Arnold

 

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pindang udang galah, kuliner sehat khas Palembang penambah nafsu makan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar