Kontingen Sumut berharap tambahan medali dari biliar dan atletik

Kontingen Sumut berharap tambahan medali dari biliar dan atletik

Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis (ANTARA/HO-KONI Sumut)

Medan (ANTARA) - Kontingen Sumatera Utara berharap tambahan medali emas dapat diraih dari cabang olahraga atletik dan biliar dari Klaster Mimika pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

"Di Klaster Mimika kita berharap mendapat tambahan medali emas dari atletik dan biliar. Khusus atletik sudah lama sekali tidak menyumbangkan emas bagi Sumut," Kata Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis yang dihubungi dari Medan, Senin.

Dia menyampaikan keyakinan kali ini atletik bakal mampu berbuat, mengingat sejumlah atlet Pelatnas akan turun membela Sumatera Utara.

"Saya yakin atletik bisa, terutama dari atlet kita yang berada di pelatnas seperti Pretty Sihite, Agustina Manik, Abdul Hafiz dan Welman Pasaribu, katanya.

"Tapi kita tidak tahu pasti di mana posisi mereka sekarang, Sebab sudah hampir dua tahun tidak ada kompetisi akibat pandemi virus corona. Hafiz terkadang lemparannya sangat bagus, bahkan melewati rekor nasional, tetapi kan kondisi di Timika beda mungkin,"tambah John Lubis.

Dia pun tidak berani membebankan secara pasti berapa medali emas yang bisa didulang tim atletik yang dimanajeri AKBP Parlautan Siregar. Begitu pula dengan tim biliar pimpinan Achmad Fadil Nasution.

"Biliar kabarnya ditargetkan empat emas. Karena mereka komit, saya optimis mereka dapat memenuhinya, bahkan melampaui target," papar John Lubis.

Menurutnya, PON XX Papua banyak sekali memberikan pelajaran dan pengalaman, karena hampir semua provinsi tidak ada melakukan try-out ataupun training camp.

"Kita bahkan tidak bisa memprediksi kondisi atlet kita karena kevakuman kompetisi. Tapi ada beberapa cabang yang pembinaannya bagus tetap bisa menghasilkan prestasi, contohnya wushu. Begitu juga dengan sepatu roda sebagai cabang olahraga baru penghasil medali (2 perak) bagi kita. Ini semuanya juga nanti akan kita poles lagi untuk PON 2024," katanya.

Pewarta: Juraidi
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar