PON Papua

Pemanah Kaltim Kayla Adinda raih perunggu compound perorangan putri

Pemanah Kaltim Kayla Adinda raih perunggu compound perorangan putri

Atlet panahan Provinsi Kalimantan Timur Kayla Adinda Utomo (kiri) ditunjuk oleh juri sebagai pemenang pada nomor compound perorangan putri PON XX Papua mengalahkan Sri Ranti (Jabar). (ANTARA/Arumanto)

Papua (ANTARA) - Atlet panahan Provinsi Kalimantan Timur Kayla Adinda Utomo meraih medali perunggu nomor compound perorangan putri PON XX Papua, setelah mengalahkan Sri Ranti dari Jawa Barat dengan skor 134-133 pada perlombaan di Arena Panahan Kampung Harapan, Sentani Timur, Papua, Senin.

Medali emas pada nomor ini diraih atlet Jawa Barat Ratih Zil'izati Fadly dan medali perak menjadi milik Syahara Khoirunnisa asal Banten.

"Medali perunggu ini merupakan medali pertama Kaltim dari panahan di ajang PON XX Papua. Semoga hari ini menjadi titik awal yang baik menghadapi perlombaan selanjutnya," kata pelatih panahan Kaltim Ali Syahbana di Sentani, Jayapura.

Tim panahan Kaltim juga meloloskan wakil di nomor compound beregu putri pada perebutan peringkat ketiga melawan tim DKI Jakarta.

"Untuk laga final pada nomor ini mempertemukan tim Jawa Barat menghadapi Jawa Timur yang sesuai jadwal akan bertanding pada 6 Oktober 2021," kata Ali.

Potensi tim penahan Kaltim untuk meraih medali emas masih sangat terbuka lebar khususnya pada nomor nasional karena tim Kaltim akan turun dengan kekuatan penuh.

"Pada dua nomor sebelumnya, yakni recurve dan compound, kami tidak mempunyai kekuatan atlet putra karena gagal saat pra-PON, sehingga kami tidak bisa mengikuti kelas putra dan beregu campuran," jelas Ali.

Cabang olahraga panahan yang digelar di Kampung Harapan, Sentani Timur, Papua, telah menyelesaikan perlombaan di sejumlah nomor, di antaranya nomor recurve perorangan putri yang dimenangkan Denanda Choirunnisa (Jatim), disusul Rezza Oktavia (Papua) dan Linda Lestari (Kalteng).

Sedangkan di nomor recurve perorangan putra, medali emas direbut M. Hanif Wijaya (Jambi), perak milik Alvianto Bagas Prastyadi (Jateng) dan perunggu diamankan Muhammad Riski Kusuma (DKI Jakarta).

Pewarta: Arumanto
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar