PON Papua

Pebalap tuan rumah Fahmi Basam amankan pole standar beregu PON Papua

Pebalap tuan rumah Fahmi Basam amankan pole standar beregu PON Papua

Pebalap road race tim Papua Fahmi Basam (#32) dan Muhammad Nicky Hayden (42) menjalani babak kualifikasi cabang olahraga bermotor kelas standar beregu PON Papua di Sirkuit Freegeb Waninggap, Tanah Miring, Merauke, Selasa. (10/5/2021) (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)

Yang jelas kami sebagai tuan rumah diuntungkan karena bisa mencoba lebih awal
Merauke (ANTARA) - Pebalap tuan rumah Fahmi Basam mengamankan pole position cabang olahraga bermotor kelas standar beregu PON Papua di Sirkuit Freegeb Waninggap, Tanah Miring, Merauke, Selasa.

Fahmi mencatatkan waktu tercepat 1:12,848 demi mengungguli pebalap Jawa Tengah Wahyu Nugroho yang mencetak 1:13,054.

Muhammad Faerozi Toreqottullah mengamankan P3 untuk tim Papua Barat, diikuti Carlos Domelos asal Sulawesi Tengah dan pebalap DKI Andi Muhammad Fadly yang melengkapi lima besar.

Baca juga: DKI Jakarta incar emas di semua kelas bermotor PON Papua

Fahmi turun di tim Papua B bersama tandemnya, Muhammad Nicky Hayden yang sama-sama berstatus wildcard, salah satu keuntungan menjadi tuan rumah.

Nicky bakal mengawali balapan sepanjang 20 putaran yang diikuti 24 pebalap pada Rabu nanti dari P7.

Nomor standar khusus diikuti oleh pebalap berusia 10 hingga 20 tahun, berbeda dengan kelas modifikasi yang diperuntukkan bagi pebalap di usia 20 tahun ke atas meskipun menggunakan spesifikasi motor yang sama yaitu Yamaha MX-King 150cc.

Pelatih tim road race Papua M Fadli Imammudin mengungkapkan bahwa Papua cukup diuntungkan dengan status tuan rumah yang memungkinkan para pebalap mereka menjajal trek sepanjang 1,8km itu lebih dini dari lawan-lawannya.

"Yang jelas kami sebagai tuan rumah diuntungkan karena bisa mencoba lebih awal," kata Fadli, mantan pebalap nasional yang kini menjadi atlet para-sepeda itu.

Baca juga: Wagub Uu minta tim balap motor Jabar tampil maksimal dalam PON Papua

"Kami hanya beberapa hari saja mencoba, mungkin dua sampai tiga hari. Segala kemungkinan sudah kami pelajari saat latihan," kata dia.

Terkait peta persaingan sendiri, Fadli tak mewaspadai salah satu tim tertentu karena ia yakin tim-tim rival memiliki pebalap terbaik dari daerahnya.

"Jadi tidak ada satu-dua yang kami spesialkan sebagai musuh berat, tapi kami lebih waspada saja, karena mungkin saja banyak kuda hitam dari kontingen provinsi lain," kata dia.

Bupati Merauke Romanus Mbaraka, yang juga sebagai manajer tim bermotor Papua, menyempatkan diri meninjau sirkuit dan kesiapan timnya hari itu.

"Untuk bermotor sendiri target kami emas, ini sudah pasti karena apa, ada kelebihan-kelebihan secara teknis," kata sang bupati.

"Satu, kami mengenal medan kemudian yang berikut faktor penonton, pendukung yang lebih banyak karena kami tuan rumah."

"Mereka sudah kenal medan, karena hampir setiap hari mereka di sini. Saya yakin kami akan menang," kata Romanus.

Papua menurunkan tujuh pebalap mereka di nomor road race yaitu Muhammad Yordan Badaru, Fahmi Basam, Muhammad Nicky Hayden, Boy Arbi Febri, Gupita Kresna, Syahrul Amin dan Ahwin Sanjaya.

Baca juga: IMI Sultra optimistis penuhi target medali PON XX di Papua

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar