Jakarta (ANTARA) - Hari ketiga (H+3) penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Selasa, ditandai dengan dimulainya perlombaan cabang olahraga atletik yang merupakan cabang dengan menyediakan medali terbanyak.

Sementara itu dalam klasemen umum perolehan medali, DKI Jakarta masih mempertahankan posisinya berada di urutan pertama dengan 42 emas, 30 perak dan 34 perunggu.

Persaingan justru terjadi di peringkat kedua dan ketiga, ketika Jabar untuk sementara menggeser tuan rumah Papua, berdasarkan klasemen medali yang dirilis PB PON hingga pukul 23.OO WIT.

Saling kejar antara tuan rumah Papua dan Jawa Barat di peringkat kedua dan ketiga mewarnai hari ketiga PON XX.

Jawa Barat, juara umum PON 2016, untuk sementara mengumpulkan 34 medali emas, 31 perak dan 41 perunggu. Jabar naik ke posisi kedua, mengeser Papua yang mengumpulkan 33 emas, 18 perak, 36 perunggu.

Jatim juga masih meramaikan persaingan di papan atas dengan 31 emas, 29 perak dan 25 perunggu, dan berada di urutan keempat.

Di GOR Mimika Sport Complex, Mimika, atletik yang total menyediakan 46 medali, langsung menggelar tujuh nomor final pada hari pertama.

Sejumlah nama-nama atlet yang sudah merasakan asam garang turnamen internasional turut mewarnai persaingan di induk segala cabang olahraga ini.

Baca juga: Di bawah guyuran hujan Maria Londa sabet medali emas lompat jauh putri

Atlet nasional asal Bali, Maria Londa, masih membuktikan sebagai yang terbaik di nomor lompat jauh putri. Ia meraih medali dengan lompatan 6,26 meter.

Meski masih di bawah rekor nasional atas namanya sendiri (6,70m), namun lompatannya di PON Papua ini cukup bagi Londa untuk menyumbang emas bagi daerahnya.

Atlet-atlet nasional lainnya yang tidak terbendung untuk meraih medali emas di cabang atletik ini adalah Agus Prayogo, yang menyumbang emas bagi Jawa Barat di nomor lari 5.000 meter putra.

Baca juga: Agus Prayogo raih medali emas nomor lari 5.000 meter putra PON Papua

Demikian juga dengan Emilia Nova yang berjaya di nomor lari gawang 100 meter putri untuk DKI Jakarta. Kontingen Ibu Kota juga menambah medali emas melalui atlet nasional Odekta Elvina Naibaho di nomor 5.000 meter putri.

Catur

Dari nomor-nomor perlombaan catur kilat yang dimainkan Selasa, Jabar merebut dua dari lima emas yang diperebutkan, yang didapat dari nomor beregu terbuka dan perorangan.

Kemenangan regu Jabar tidak terlepas dari kegemilangan Master Internasional (IM) M. Lutfi Ali dan IM Farid Firmanshah. Lufti yang turun di papan kedua menorehkan hasil sempurna dengan menyapu sembilan kemenangan, sedangkan Farid membukukan delapan kemenangan dan sekali remis.

Adapun Grand Master (GM) Susanto Megaranto yang turun di papan satu hanya mencatat 7,5 poin dan IM Anjas Novita di papan empat membubukan 6,0 poin.

Baca juga: Chelsie Monica raih emas catur kilat PON Papua
Baca juga: Chelsie juara perorangan, Jatim raih emas beregu putri catur kilat


Di kategori perorangan terbuka, pecatur Jabar Master Fide (FM) Arif Abdul Hafiz meraih medali emas dengan membukukan total 8,0 poin. Ia mengungguli pecatur nasional IM Yoseph Theolifus Taher yang kali ini memperkuat kontingen Papua.

Selain dari atletik dan catur, Jabar juga berjaya di cabang taekwondo yang diselesaikan pada Selasa, dengan memastikan sebagai juara umum berkat total raihan sembilan medali emas.

Papua yang lama tidak terdengar kiprahnya di cabang taewondo, mencatat sejarah dengan keberhasilan atletnya Glorya Rinny Keleyan meraih emas di kelas -53 kilogram putri

Di sejumlah cabang, tambahan medali emas bagi Papua cukup merata, di antaranya pada cabang panjat tebing di mana atlet Papua merebut dua medali emas.

Dua tambahan emas tersebut diperoleh melalui Ravianto Ramadhan di nomor lead perorangan putra serta Tetih Ragil Anang Effendi/Nesthy Stella Pedai di nomor lead mix.

Langsung memanas

Cabang tinju yang memulai pertandingan hari pertamanya Selasa, langsung diwarnai kisruh karena ketidakpuasan keputusan juri.

Kisruh kecil terjadi selepas laga kelas terbang ringan (45-48kg) putri antara petinju Papua Barat Merlin Tomalata menghadapi wakil tuan rumah Hana Kendi di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura.

Keputusan wasit dan hakim yang menyatakan Hana Kendi menang direspon kurang elok oleh tim Papua Barat yang melancarkan protes keras kepada panitia pertandingan, hingga petugas keamanan harus diturunkan untuk melerai.

Baca juga: Ketum PP Pertina turun gunung redakan kisruh hasil tinju PON Papua

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak akhirnya turun tangan untuk meredakan ketegangan tersebut.

Panitia sendiri sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya suasana panas yang kerap terjadi dalam pertandingan tinju.

Sebanyak 269 personel TNI/Polri disiagakan disekitar GOR Cenderawaaih, yang Selasa itu cukup ramai di datangi para penggemar tinju.

Sebuah videotron dipasang di area parkir GOR untuk memfasiitasi penonton yang tidak kebagian tempat di dalam karena pembatasan COVID-19.

Sementara itu, terkait pelaksanaan PON XX yang sudah memasuki hari ketiga pasca pembukaan, Menpora Zainudin Amali menilai pelaksaana event ini masih berjalan sesuai harapan, termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan.

Menurut dia, beberapa kegiatan cabang olahraga yang telah dia kunjungi telah memberikan gambaran nyata dalam menyelenggarakan sebuah kejuaraan yang penuh dengan aturan karena pandemi COVID-19 belum berakhir.
 

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2021