Wings Air batal terbang dampak erupsi gunung Ile Lewotolok Lembata

Wings Air batal terbang dampak erupsi gunung Ile Lewotolok Lembata

Pesawat Wings Air yang sedang parkir di Bandara El Tari Kupang beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Humas Bandara El Tari Kupang.

Material abu vulkanik (volcanic ash) dapat merusak pesawat udara sehingga membahayakan penerbangan
Labuan Bajo (ANTARA) - Wings Air yang merupakan salah satu maskapai anggota Lion Air Group membatalkan penerbangan rute Kupang-Lewoleba-Kupang akibat erupsi dan aktivitas gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

"Material abu vulkanik (volcanic ash) dapat merusak pesawat udara sehingga membahayakan penerbangan," kata Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya di Labuan Bajo, Rabu.

Pembatalan penerbangan Wings Air tersebut didasarkan pada pengumuman resmi dari otoritas Bandar Udara Wonopito Lewoleba yang menutup sementara operasional bandar udara dampak erupsi tersebut.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, kata Danang, layanan penerbangan Wings Air yang mengalami pembatalan (cancel flight) terdiri dari penerbangan nomor IW-1994 rute Kupang-Lewoleba dan penerbangan nomor IW-1995 rute Lewoleba-Kupang.

Wings Air pun memberikan solusi kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak untuk melakukan penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya (reschedule) dan melakukan pengembalian dana (refund) sesuai aturan yang berlaku.

Selanjutnya, Wings Air bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara, dan pengatur lalu lintas udara setempat.

Operasional penerbangan Wings Air akan melayani atau terbang kembali menurut keputusan otoritas bandar udara dan bandar udara tujuan yang menyatakan pesawat aman untuk lepas landas serta mendarat (safe for flight).

Danang menyebut, Wings Air selalu memprioritaskan aspek keselamatan dan keamanan sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisasi dan diantisipasi sedini mungkin.

Adapun kondisi terganggunya operasional akibat gunung meletus termasuk dalam force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan.

"Wings Air telah memberikan informasi kepada seluruh penumpang yang terganggu perjalanannya dan memperbarui sesuai perkembangan," katanya.

Baca juga: 27 kali letusan terjadi di Gunung Ili Lewotolok dalam sehari

Baca juga: Hujan pasir akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok terjadi di lima desa

Baca juga: Terjadi kebakaran hutan akibat erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata

 

Pewarta: Fransiska Mariana Nuka
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pelarangan mudik selesai, Bandara Malikussaleh dipadati penumpang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar