FPKS komitmen bantu tangani pandemi melalui diplomasi internasional

FPKS komitmen bantu tangani pandemi melalui diplomasi internasional

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan fraksinya berkomitmen membantu dalam menyelesaikan pandemi COVID-19 melalui diplomasi internasional untuk mendorong kerja sama dan solidaritas antarnegara di dunia.

"FPKS menyelenggarakan 'Ambassador's Talks' sebagai komitmen PKS sebagai bagian dari komunitas global untuk menyelesaikan pandemi melalui diplomasi internasional untuk mendorong kerja sama dan solidaritas antar negara di dunia," kata Jazuli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Fraksi PKS DPR RI kembali menyelenggarakan acara "Ambassador's Talks| dengan tema "Diplomacy in Times Covid-19 Pandemic" pada Selasa (5/10).

Jazuli mengatakan "Ambassador's Talks" ingin menghimpun gagasan, pemikiran dan pengalaman diplomasi dalam konteks penyelesaian pandemi COVID-19 yang mengancam umat manusia di dunia.

"Fraksi PKS telah menerbitkan Buku Putih Penanganan Pandemi COVID-19 dengan berbagai skenario termasuk berkaca dari pengalaman negara-negara di dunia," ujarnya.

Baca juga: Menkominfo: Kolaborasi tangguh kunci jitu lawan pandemi

Baca juga: Menkominfo: Kerja sama antarnegara penting untuk lawan pandemi


Dia mengatakan, di level nasional, PKS telah melakukan berbagai upaya mulai dari aksi sosial layanan ambulans, pengadaan sanitazer, disinfektan, Alat Pelindung Diri (APD), tabung gas gratis hingga potong gaji anggota dewan.

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dalam "Opening Speech" mengatakan pandemi adalah ujian bagi dunia karena bukan saja mengancam kesehatan dan nyawa umat manusia tapi juga kesejahteraan warga dunia.

Dia menyerukan empat hal agar dunia keluar dari pandemi karena banyak negara terdampak mengalami penurunan ekonomi dan berbagai masalah sosial bahkan diambang resesi.

"Pertama, negara-negara dunia harus bersatu mengerahkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi menangani wabah," katanya.

Kedua menurut dia, pandemi harus mendorong kerja sama dan solidaritas global; ketiga, pandemi harus mampu mentransformasi struktur dan sistem global untuk kesejahteraan warga dunia. Dan keempat, pandemi harus menghentikan ambisi permusuhan, konflik, bahkan peperangan.

Salim mengatakan, dalam pandangan PKS, pandemi tidak bisa diselesaikan secara parsial dan sendiri-sendiri oleh setiap negara karena negara tidak mungkin mengisolasi diri selamanya dan mobilitas global tidak mungkin dicegah.

"Karena itu butuh kerja sama global dalam pengadaan vaksin dan obat-obatan yang saat ini dirasakan sangat timpang kesenjangannya antara negara maju/kaya dengan negara berkembang," ujarnya.

Menurut dia, PKS mengapresiasi kinerja Menteri Luar Negeri RI yang mampu mengamankan kebutuhan vaksin nasional melalui berbagai saluran diplomasi sehingga diterima baik oleh negara-negara produsen vaksin.

Selain itu menurut dia, Indonesia juga membantu negara-negara lain yang membutuhkan peralatan media yang urgen dibutuhkan.

Acara Ambassador's Talks itu juga menghadirkan narasumber Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi, Representasi WHO di Indonesia N. Paranietharan, dan Duta Besar Jepang Untuk Indonesia Kenji Kanasugi.

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pontianak antisipasi lonjakan COVID-19 pada libur Natal dan tahun baru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar