Tunisia tutup stasiun televisi tak berlisensi akibat kritisi presiden

Tunisia tutup stasiun televisi tak berlisensi akibat kritisi presiden

Pendukung Presiden Tunisia Kais Saied berpawai sebagai dukungan atas perebutan kekuasaan dan penangguhan parlemen, di Tunis, Tunisia, Minggu (3/10/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Zoubeir Souissi/HP/djo

Itu tayangan tanpa izin. Hukum akan ditegakkan kepada semua stasiun televisi yang melanggar hukum
Tunis (ANTARA) - Regulator media independen Tunisia mengatakan pada Rabu (6/10) bahwa pihaknya telah menutup stasiun televisi yang tidak berlisensi yang melemparkan kritik keras kepada Presiden Kais Saied.

Kritik tersebut ditujukan kepada Presiden Saied sejak ia merebut sebagian besar kekuasaan pada Juli dalam sebuah gerakan yang oleh musuhnya disebut kudeta.

“Itu tayangan tanpa izin. Hukum akan ditegakkan kepada semua stasiun televisi yang melanggar hukum,” kata Kepala Regulator Media Tunisia Nouri Laimi kepada Reuters.

Zaytouna merupakan salah satu televisi  yang telah beroperasi bertahun-tahun tanpa lisensi  yang membuat marah para pengawas media yang melihat stasiun penyiaran  sebagai alat terlarang untuk pengaruh politik.

Pihak stasiun mengatakan polisi telah menggerebek markasnya dan menyita peralatan.

Baca juga: Presiden Tunisia Kais Saied perpanjang penangguhan parlemen

Namun, sejak Saied merebut kekuasaan eksekutif pada Juli, para kritikus mungkin melihat gerakan perlawanan terhadap media yang menentangnya sebagai upaya untuk merusak luasnya kebebasan pers Tunisia.

Zaytouna dikenal sebagai media yang dekat dengan partai Islamis moderat Ennahda, partai terbesar di parlemen dan paling vokal mengkritik Saied sejak intervensinya pada 25 Juli.

“Kedekataan itu tidak ada hubungannya dengan tindakan luar biasa yang diumumkan Presiden,” ujar Lajmi.

Redaktur Zaytouna, Lotfi Taouati, meyakini langkah tersebut murni berkaitan dengan tindakan Presiden.

Baca juga: Presiden Tunisia didesak segera kembali ke jalur demokrasi

“Keputusannya adalah menghukum kami atas sejumlah sikap kami baru-baru ini dalam menilai keputusan Presiden dan kritik keras yang terjadi sejak Juli,” katanya kepada Reuters.

Partai kedua terbesar di Tunisia, Heart of Tunisia yang diketuai Nabil Karoui sekaligus pemilik stasiun televisi Nessma mengaku menolak upaya pemerintah untuk menutup stasiun televisi tersebut selama beberapa tahun lantaran tidak memiliki izin.

Partai yang populis itu juga sangat kritis terhadap Saied.

Sementara itu, stasiun televisi lain, Hannibal dan sebuah stasiun radio relijius juga beroperasi tanpa izin.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Tunisia Saied tunjukkan akan ubah konstitusi
Baca juga: Partai Tunisia prihatin atas perpanjangan kekuasaan darurat presiden


Penerjemah: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tunisia sukses luncurkan satelit buatan dalam negeri pertama

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar